Mimbar Jumat

Muslim Indonesia: Maksimum Jumlah, Minimum Mutu?

Umat Islam Indonesia saat ini berada pada posisi "raksasa yang belum bangun sepenuhnya" di bidang ekonomi dan ilmu pengetahuan dunia.

Tayang:
Editor: tarso romli
SRIPOKU.COM/Istimewa
Abdurrahmansyah (Guru Besar pada Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang) 

Beban kemiskinan Indonesia hingga Maret 2025, masih terdapat 23,85 juta orang miskin di Indonesia. Sebagai mayoritas, sebagian besar penduduk miskin dan pengangguran (7,28 juta orang) berasal dari kalangan umat Islam. Bahkan akhir-akhir ini kita ditunjukkan oleh berbagai konflik internal yang ditunjukkan beberapa organisasi kemasyarakat Islam.

Konflik internal di kalangan kelompok umat islam dalam bentuk perbedaan pendapat yang berujung pada perselisihan antar-kelompok (ormas atau aliran) terkadang menghambat persatuan umat untuk fokus pada kemajuan strategis.

Selain itu, terdapat konflik antara kelompok Ultra-Modernisme versus Konservatisme dalam bentuk adanya tarik-ulur antara pemikiran yang terlalu liberal (sekularisme) dan kelompok yang sangat konservatif seringkali menghambat proses adaptasi umat terhadap kemajuan zaman. 

Potensi umat Islam Indonesia yang maksimum dari sisi jumlah (kuantitas) ternyata masih menyimpan kelemahan dari sisi mutu (kualitas). Kelemahan utama terletak pada rendahnya kualitas substantif  yang meliputi sektor ekonomi, sains, dan integritas.  

Umat Islam Indonesia saat ini berada pada posisi "raksasa yang belum bangun sepenuhnya" di bidang ekonomi dan ilmu pengetahuan dunia. Semoga seiring pergantian tahun, umat Islam Indonesia semakin dewasa, cerdas, dan bijaksana mengelola potensi keunggulannya menuju predikat negara “Baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur”.

Sebuah negeri impian yang baik pengelolaannya dan mendapat berkah serta pengampunan Tuhan. Wallahu a’lam bi al-Shawwab. (*)

Simak tulisan mimbar jumat ini di sripoku.com setiap Kamis malam dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved