Mimbar Jumat
Rindu Ramadan : Sudahkah Kita Siap Melepas Rindu Itu?
Jika kita merindukan bulan Ramadhan maka saat kita memasuki bulan Ramadhan seharusnya kita melakukan segela hal yang diwajibkan dan disunahkan.
BANYAK orang bilang selalu merindukan bulan suci Ramadhan, selalu berharap akan hadirnya Ramadhan. Hampir semua umat Islam berdoa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan.
Selayaknya orang yang merindu, maka ketika bertemu, orang tersebut pasti akan melepas kerinduannya dengan melakukan segala hal yang membuat orang yang dirindui menjadi bahagia/suka.
Demikian pula seharusnya jika kita merindukan bulan Ramadhan maka saat kita memasuki bulan Ramadhan seharusnya kita melakukan segela hal yang diwajibkan dan disunahkan dalam bulan yang penuh magfiroh ini.
Ramadhan merupakan bulan yang penuh keutamaan karena Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, sebagaimana dalam QS Al-Baqoroh : 185.
Bulan Ramadhan juga bulan yang penuh berkah karena bulan Ramadhan mempunyai kemuliaan dan lebih baik dari 1000 bulan, sebagimana dalam Surat Al-Qadr ayat 3, artinya; ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun, yang dilakukan di waktu-waktu biasa.
Bahkan di menjelang malam-malam terakhir Ramadhan Allah menurunkan malaikatNya ke bumi sehingga kedamaian menyelimuti bumi, memberikan keberkahan bagi orang-orang yang mendapat rahmat pada malam tersebut.
Melihat kemuliaan bulan Ramadhan maka sudah sewajarnya umat Islam sangat merindukannya.
Mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut yang kita rindu adalah suatu keniscayaan, demikian pula halnya ketika menyambut bulan Ramadhan yang selalu kita rindukan.
Mencermati fenomena yang ada di media massa, hampir semua kalangan, baik dari orang biasa, selebriti sampai petinggi dari negeri ini berlomba-lomba menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut bulan yang penuh berkah.
Hanya saja yang tampak dan menjadi berita, suka cita umat Islam dalam menyambut bulan Ramadhan, lebih pada menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur, menu berbuka maupun ketika sahur dari hari ke hari dipersiapkan dengan cermat, meyiapkan baju untuk lebaran, memperbaiki rumah untuk menyambut tamu, membeli mukenah baru untuk sholat Ied, dan lain sebagainya yang semua itu menujukkan penyambutan bersifat pisik saja, meskipun tidak mengesampingkan bahwa persiapan tersebut juga diperlukan.
Sesungguhnya yang lebih harus diperhatikan adalah bagaimana menyiapkan diri untuk memasuki bulan Ramadhan dengan memahami bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang memberi kesempatan pada kita untuk belajar menjadi insan kamil.
Kesadaran bahwa Ramadhan adalah bulan yang memberi kesempatan pada kita untuk mere-charge keimanan adalah lebih penting.
Sebagaimana yang tertuang dalam QS Al-Baqoroh ayat : 183, bahwa ayat ini menekankan puasa sebagai latihan/pembelajaran untuk mencapai derajat takwa, bukan sekadar menahan lapar, tetapi sarana pembersihan jiwa dan peningkatan kualitas spiritual.
Puasa yang sesungguhnya bukan hanya menahan lapar dan dahaga, bukan hanya sekedar menahan nafsu saja.
Puasa merupakan media pembelajaran akhlak yang bagus karena puasa melatih disiplin, kejujuran, dan menahan hawa nafsu dari perbuatan maksiat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Any-Ismayawati-Dosen-Syariah.jpg)