Mimbar Jumat
Mengislamkan Ruang Digital: Tantangan Baru Pendidikan Islam
Kesamaan persepsi tentang keunggulan teknologi digital dan tantangan berupa dampak buruknya harus disadari dan diantisipasi secara preventif.
Oleh: Abdurrahmansyah
Guru Besar pada Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang
dan Ketua HIPKIN Sumatera Selatan
Pendahuluan
Dampak besar dari perkembangan teknologi informasi adalah perubahan mendasar dan signifikan pada tampilan implementasi pendidikan. Perubahan disruptif ini sangat cepat dan menyasar semua aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pendidikan.
Aplikasi pembelajaran berbasis jaringan internet menjadi tren baru perkembangan inovasi pendidikan di semua negara, termasuk kalangan pendidikan Islam di Indonesia.
Komunitas penyelenggaraan pendidikan Islam di madrasah secara massif merespon perkembangan teknologi digital pembelajaran dengan sangat aktif. Sekolah Islam dan madrasah benar-benar telah menciptakan sebuah ruang baru, yakni ruang digital sebagai kecenderungan terbaru performa pendidikan.
Perkembangan ini melahirkan cara guru berinteraksi dengan siswa dan mengorganisasikan pembelajaran di kelas. Bahkan beberapa sekolah unggulan telah menerapkan konsep Paperless (tanpa kertas) dalam pembelajaran dan secara penuh bertumpu pada gadget dan perangkat pembelajaran digital.
Digitalisasi pendidikan bagi kalangan madrasah harus dilihat sebagai capaian kemajuan pendidikan Islam modern. Namun digitalisasi pendidikan ini tidak hampa nuansa.
Ia akan melahirkan efek berupa penguatan keunggulan, sekaligus dampak buruk dan pelemahan. Pertanyaannnya kemudian seberapa siap komunitas madrasah dalam merespon berbagai kemungkinan dampak buruk yang ditimbulkan oleh digitalisasi pembelajaran ini.
Sejauhmana digitalisasi pembelajaran mampu memperkuat sisi-sisi teologis, dogmatis, dan spiritualitas Islam dalam upaya pengembangan metodologi pembelajaran berbasis digital ini.
Islamisasi Ruang Digital Pembelajaran
Istilah islamisasi ruang digital di sini dimaknai sebagai proses memberi warna dan nuansa nilai (values) Islam dari setiap aktivitas pembelajaran berbasis digital.
Pembelajaran digital secara teoritik adalah proses pembelajaran yang menggunakan teknologi berbasis jaringan (network) untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja secara efektif (Tony Bates, 2019; Laurillard D., 2012; Allen M., 2016).
Secara teoritis, pembelajaran digital memungkinkan terjadinya perluasan akses pendidikan, meningkatkan efektivitas dan efesiensi pembelajaran, mendorong pembelajaran mandiri, implementasi pembelajaran kolaboratif, akses sumber belajar bervariasi, dan meningkatkan literasi peserta didik dengan cepat.
Beberapa riset justru menemukan titik krusial negatif terkait digitalisasi pembelajaran. Rosen L, (2013) dalam Information Disorder: Understanding Our Obsessionn with Technology, mensiyalir fakta terjadinya risiko plagiarisme dan ketidakjujuran akademik serta menurunnya nilai-nilai karakter.
Sedangkan Selwyn, N (2016) dalam Education and Technology: Key Issues and Debates, menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bisa menimbulkan ketergantungan pada taknologi robotic, ancaman munculnya sikap anti-sosial, gangguan konsentrasi, sampai berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
Melihat dampak baik dan buruk dari digitallisasi pembelajaran ini, kalangan pengelola lembaga pendidiklan Islam harus memiliki sikap bijaksana dalam menghadirkan ruang digital di sekolah dan madrasah.
Kesamaan persepsi tentang keunggulan teknologi digital dan tantangan berupa dampak buruknya harus disadari dan diantisipasi sejak awal secara preventif.
Secara teknis, ada beberapa inovasi digitalisasi pembelajaran untuk konteks pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berupa pengembangan pembelajaran al-Qur’an berbasis aplikasi, simulasi sejarah Islam melalui multimedia, gamifikasi pembelajaran tentang huruf Hijaiyyah, serta kelas virtual kajian keislaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Abdurrahmansyah3-Abdurrahmansyah2-Abdurrahmansyah1-Abdurrahmansyah.jpg)