Opini
Ketika Subsidi dan Bansos bertemu Realitas Lapangan
Ketika subsidi dan bansos bertemu realitas lapangan, kita diingatkan bahwa kebijakan publik harus dijalankan dengan empati dan kepekaan.
Editor:
Ekoadiasaputro.BE
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Unsri, Dr Muhammad Husni Thamrin.
Akhirnya, sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa pembangunan pada akhirnya bukan semata soal pertumbuhan ekonomi, melainkan tentang bagaimana negara menjamin hak dasar warganya tanpa mengabaikan keberlanjutan fiskal.
Ketika subsidi dan bansos bertemu realitas lapangan, kita diingatkan bahwa kebijakan publik tidak bisa dijalankan hanya dengan rumus dan target, melainkan dengan empati, kepekaan, dan kemampuan mendengar.
Antara hak dan efisiensi, antara pasar dan perlindungan, Indonesia terus mencari keseimbangannya. Dan di situlah tantangan sekaligus harapan: agar setiap kebijakan publik bukan hanya hadir di laporan pemerintah, tetapi benar-benar hidup di tengah rakyat. (*)
Berita Terkait: #Opini
| Meningkatkan Keakuratan Hasil Sensus Ekonomi 2026 Melalui Ground Check |
|
|---|
| Sleep Training dan Bayi yang tak Lagi Bangun: Saat Tren Parenting Berubah Jadi Peringatan |
|
|---|
| Serba Serbi Kitab Undang Undang Hukum Pidana Baru |
|
|---|
| Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan, Alarm Darurat Degradasi Moralitas Generasi |
|
|---|
| Memaknai Budaya Dalam Konteks yang Berbeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/thamrin-fisip-unsri.jpg)