Opini

Demokrasi yang Menjauhi Rasionalitas dan Moral

Demokrasi yang seharusnya memanjakan rakyat sebagai pemegang kedaulatan yang utama, ternyata malah menggelisahkan.

Istimewa
Dr. Hendro Setiawan 

Gene Sharp dalam bukunya “The Politics of Nonviolent Nations” (1973), yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dalam judul “Menuju Demokrasi Tanpa Kekerasan” (1994), dengan kata pengantar dari KH Abdurahman Wahid dan Franz Magnis Suseno, menjelaskan bahwa tidak mungkin mengalahkan rezim autokrasi dengan kekerasan, karena itu justru adalah kelebihan utama mereka. 

Adanya kekerasan membuat masyarakat ketakutan dan makin mudah dikendalikan oleh penguasa. Gene Sharp dalam bukunya memberikan sekitar 200 cara politik tanpa kekerasan (tidak mungkin dibahas di sini). 

Politik tidak boleh menjadi ajang melampiaskan kebencian, melainkan harus menjadi ajang menebar kebaikan dan kasih. Semua pihak harus menjaga ini.

2. Bangkitkan kembali “pendidikan politik” bagi masyarakat, sebagai upaya “mencerdaskan kehidupan bangsa” sesuai amanah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Politik telah menjadi unsur yang paling berpengaruh dalam setiap aspek kehidupan manusia dewasa ini. 

Sayangnya pendidikan politik bagi masyarakat luas justru sangat kurang. Bagaimana menegakkan demokrasi apabila rakyat sebagai pemegang kedaulatan mayoritas justru buta politik? Dan hanya digerakkan oleh informasi media sosial? Rakyat yang sadar politik adalah prasyarat utama demokrasi yang sehat.

Apa ujung dari proses politik saat ini? Mungkin hanya para pemangku kebijakan “di ruang dalam” yang tahu, dan mampu mengaturnya.

Tidak mungkin membahas yang kompleks semacam itu dalam keterbatasan artikel ini. Tetapi sebagai anggota masyarakat luas, kita tetap dapat ambil bagian dengan mengupayakan dua hal yang diusulkan, sesuai kapasitas dan keterbatasan masing-masing.

Tidak ada panggilan yang lebih penting dan mendesak pada saat ini, selain memperbaiki mesin politik agar dapat menghasilkan kebaikan bagi semua. (*)

 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved