TOPIK
OTT KPK di OKU
-
Kasus dugaan korupsi fee Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) kembali bergulir di Pengadilan Negeri Palembang.
-
Ia menegaskan, bahwa tidak mengetahui adanya pembagian jatah 20 persen untuk DPRD dan 2 persen untuk panitia proyek.
-
Ruang sidang di Museum Tekstil Palembang kembali menjadi saksi bisu drama lanjutan kasus dugaan korupsi dan suap
-
Anjeli mengaku tidak mengenali terdakwa secara pribadi dan tidak mengingat apakah terdakwa ikut hadir saat itu.
-
Sidang yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut masih mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi.
-
Tindakan tersebut dilakukan atas perintah kantor tempatnya bekerja, tanpa mengetahui konteks dana yang terkait kasus korupsi.
-
Awal mula seorang mahasiswi di Baturaja diperiksa KPK pasca OTT yang digelar di Dinas PUPR OKU. Dinda menegaskan tidak tahu apa-apa.
-
Dinda mengaku memang membuat rekening yang khusus untuk keperluan operasional pekerjaannya sebagai konsultasi perpajakan.
-
Dinda mengaku sempat mencairkan uang tersebut di dua bank. Penyerahan pertama dilakukan tanpa saksi senilai lebih dari Rp 800 juta.
-
Chat tersebut didapat dari kloning handphone milik Kepala Dinas PUPR Novriansyah.
-
Pertama Jaksa KPK dan majelis hakim mencecar saksi Setiawan di hadapan Ketua Majelis Hakim, Idi Il Amin SH MH. Saksi ditanyai seputar proses pencairan
-
Saksi Setiawan mengungkap adanya tekanan dan komunikasi informal yang dilakukan oleh sejumlah anggota dewan dalam proses penganggaran pokir.
-
Terdakwa tampak tegang dan enggan berinteraksi, baik dengan awak media maupun warga yang menyaksikan proses pengawalan.
-
Pengadilan Negeri (PN) Palembang telah menerima pelimpahan dua berkas perkara kasus korupsi yang menjerat enam orang tersangka saat OTT di OKU
-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat melakukan pengembangan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan suap fee proyek
-
Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd, menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
-
Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan serangkaian penggeledahan di Kabupaten Ogan Komering Ulu
-
Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd, menyatakan dukungan penuh terhadap penegakan hukum
-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan penggeledahan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI membawa empat koper berisi tentang
-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI membawa dokumen dalam 4 koper hasil dari penggeledahan di Kantor PUPR Kabupaten OKU, Rabu (19/3/2025).
-
Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
-
Penggeledahan yang dilakukan oleh tim KPK ini berlangsung secara tertutup dan dikawal ketat oleh pihak kepolisian setempat.
-
Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, akhirnya buka suara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT)
-
Bupati OKU Teddy Meilwansyah turut prihatin terkait adanya OTT oleh KPK yang menimpa beberapa anggota DPRD dan Kepala Dinas di Kabupaten OKU.
-
Wakil Bupati OKU, H. Marjito Bachri, menegaskan bahwa roda pemerintahan di Kabupaten OKU tetap berjalan lancar
-
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) telah menunjuk Muhammad David sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Cabang
-
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)
-
Suasana di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tampak hening
-
Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan uang Rp 2,5 M dari kasus OTT terhadap oknum Kadis PUPR dan 3 oknum anggota dewan serta kontraktor.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved