Opini
AI dan Krisis Berpikir Manusia
Penggunaan ChatGPT untuk menulis bisa menurunkan kemampuan berpikir seseorang.
Tayang:
Editor:
Ekoadiasaputro.BE
Jadi, ChatGPT bisa digunakan untuk membantu kita belajar. Manusia perlu berinteraksi dengan AI, melakukan tanya jawab, mengetes jawaban kita, melakukan deep learning dan memecahkan masalah.
Sekali lagi, AI tidak seharusnya menggantikan otak manusia untuk berpikir.
Secara sistemis, kemajuan teknologi perlu dikontrol oleh kebijakan negara. Contoh sederhananya adalah situs judi online yang seakan tidak mampu dicegah pertumbuhannya.
Butuh negara yang berideologi untuk memunculkan political will penguasa dalam menyelesaikan masalah yang ditimbulkan teknologi. (*)
Berita Terkait: #Opini
| Dari Kayuagung ke Moskow, Perjalanan Anak Sumsel Mengubah Nasib di Rusia |
|
|---|
| Menziarahi Reruntuhan Makna: Ketika Sejarah "Dikhianati" Demi Seremonial Belaka |
|
|---|
| Hati-hati dengan Diskon! |
|
|---|
| Digitalisasi Perbankan: Efisiensi Operasional atau Ancaman Keamanan Siber? |
|
|---|
| IHSG Awal 2026 Merosot Tajam: Mengapa Ini Justru Momentum Emas bagi Investor Jangka Panjang? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Apt-Endang.jpg)