Opini

AI dan Krisis Berpikir Manusia

Penggunaan ChatGPT untuk menulis bisa menurunkan kemampuan berpikir seseorang.

Tayang:
Istimewa
Apt. Endang Rahayu (Pembina Parenting Yayasan Al-Ihsan Sungsang) 

Teknologi: Antara Kemajuan dan Kemunduran Peradaban

Perkembangan AI dan revolusi industri merupakan bagian dari perkembangan teknologi yang tidak bisa ditunda atau dicegah.

Perkembangan ini bisa menjadi hal yang positif jika digunakan untuk kebaikan, sebab pada dasarnya AI adalah alat yang bebas hukum.

Sama halnya dengan pisau, AI adalah alat yang bisa digunakan untuk memudahkan tugas manusia atau justru menjadi masalah bagi manusia, bergantung pada bagaimana dia digunakan.

AI adalah alat untuk membantu manusia melakukan aktivitas berpikir. AI bisa membantu mengumpulkan informasi yang relevan dan memahami fakta lebih mendalam.

AI seharusnya digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar, melakukan deep learning, sehingga manusia mampu menghubungkan berbagai hal baru hingga tercetuslah berbagai ide kreatif yang bermanfaat.

Di tengah kemajuan teknologi yang masif, di satu sisi memberikan kemudahan yang luar biasa, tetapi di sisi lain kemudahan ini menumpulkan otak, hingga masyarakat bergerak kepada kemunduran peradaban.

Inilah pentingnya adanya ideologi yang sahih untuk mengatur penggunaan alat.

Dalam podcast Diary of a CEO, dr. Daniel turut mempertanyakan chatbot buatan Elon Musk, Grok, yang menyajikan pengalaman sensual pengguna dengan karakter wanita dalam chatbot itu.

Ia bertanya, "Kenapa Elon Musk harus membuat aplikasi itu?" Ini merupakan pertanyaan penting yang jawabannya sangat berhubungan dengan pandangan hidup pembuatnya.

Bayangkan jika manusia akhirnya lebih banyak menjalin hubungan dengan AI dibanding dengan manusia, tentu ada dampaknya bagi masyarakat sosial.

Dalam Islam, teknologi hanya akan digunakan untuk memudahkan ibadah kepada Allah, bukan justru menjerumuskan manusia pada maksiat dan kehinaan.

Solusi Islam dalam Menghadapi AI

Dalam hal penggunaan personal, kita perlu menggunakan teknologi dengan bijak.

ChatGPT mungkin bisa membantu mempercepat selesainya tugas atau membuat kita tampak paham terhadap satu hal yang kita tuliskan. Tetapi ketika proses berpikir ini kita wakilkan pada alat, apa lagi yang dimiliki manusia? Bukankah Allah menciptakan kita berbeda dengan hewan dalam hal akal?

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved