Breaking News:

Jumlah Pemilih Pilkada di Musirawas Turun Dibandingkan Jumlah Pemilih Pileg dan Pilpres

DPT ini ditetapkan dalam Rapat Pleno Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) untuk ditetapkan Sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
Dok KPU Musirawas
KPU Musirawas menggelar Rapat Pleno Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) untuk ditetapkan Sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kantor KPU setempat, Jum'at (16/10/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musirawas menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akan digunakan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Musirawas tahun 2020 sebanyak 283.783 pemilih.

DPT ini ditetapkan dalam Rapat Pleno Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) untuk ditetapkan Sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kantor KPU setempat, Jum'at (16/10/2020).

Baca juga: KPU Musirawas dan Bawaslu Gelar Deklarasi Pilkada Damai Bersama Paslon

Baca juga: Paslon dan Parpol Pengusung Ikrarkan Pilkada Damai di KPU Musirawas, Siap Menang dan Siap Kalah

Divisi Perencanaan Data Informasi KPU Kabupaten Musirawas Wahyu Hidayat Setiyadi mengatakan, jumlah DPT yang akan digunakan untuk Pilkada Musirawas ini turun jika dibandingkan dengan jumlah DPT pemilu sebelumnya, yaitu Pileg dan Pilpres.

"Jumlah DPT (untuk pilkada 2020-red) turun dibandingkan jumlah DPT pemilu sebelumnya yaitu pileg dan pilpres," kata Wahyu Hidayat Setiyadi, kepada Sripoku.com, Sabtu (17/10/2020).

Dikatakan, DPT yang ditetapkan untuk Pilkada Kabupaten Musirawas tahun 2020 ini sebanyak 283.783.

Sedangkan DPT pemilu terakhir sebelumnya atau DPT saat Pileg dan Pilpres sebanyak 289.544. Sehingga selisih penurunannya sebanyak 5.761 pemilih.

Menurutnya, penurunan jumlah DPT ini diketahui setelah dilakukan proses coklit dan uji publik. Dimana, terdapat banyak data yang ganda, data tak beridentitas (tanpa NIK dan KK), data pindah dan meninggal dunia.

Baca juga: KPU Musirawas Rekrut Petugas Ketertiban TPS, Butuh 1.628 Petugas

"Kami sudah berupaya maksimal data DPT ini insha Allah valid. Memang banyak faktor, seperti pindah, meninggal, TNI Polri, dan yang lebih signifikan sebenarnya data ganda, dan data yang tak beridentitas," kata Wahyu Hidayat Setiyadi.

Selain itu, turunnya jumlah DPT ini juga karena ada data yanh tidak memenuhi syarat (TMS).

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved