Mimbar Jumat
MBG dan Investasi Peradaban
MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan manusia dan peradaban.
Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada penerima saat ini, tetapi juga membentuk budaya hidup sehat dalam jangka panjang.
Dari sudut pandang yang lebih luas, program ini juga perlu melibatkan petani, nelayan, peternak dan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari rantai penyediaan pangan, berorientasi pada kepentingan publik serta terbebas dari kepentingan politik dalam bentuk apapun.
Pendekatan semacam ini akan menciptakan efek ganda atau multiplier effect, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Dalam tradisi Islam, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang menghadirkan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Di tengah bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia, kualitas generasi muda menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan nasional. Anak-anak yang sehat hari ini adalah pemimpin, ilmuwan, pendidik dan penggerak perubahan di masa depan.
Karena itu, keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup dan sumber daya manusia. Islam menilai bahwa setiap upaya yang bertujuan menjaga kesehatan, mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan kemaslahatan publik merupakan bagian dari amal kebajikan yang bernilai tinggi.
Jika dijalankan secara konsisten dan on the right track, program MBG menjadi titik temu antara kebijakan publik dan nilai-nilai Islam. Program ini mengandung semangat kepedulian, keadilan dan pemberdayaan yang selaras dengan tujuan syariat.
Namun, keberhasilannya memerlukan pengelolaan yang profesional, transparan dan berorientasi pada keberlanjutan. Dengan begitu, MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan manusia dan peradaban.
Melalui program yang dijalankan secara tepat sasaran dan berintegritas, Indonesia dapat menyiapkan generasi yang sehat jasmani, kuat intelektual, mandiri secara ekonomi dan mulia secara moral. Wallahu a’lam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Jhon-Supriyanto-Opini.jpg)