Opini

Perempuan Daerah: Tak Terlihat, Tapi Tak Tergantikan

Jika pembangunan hanya menghitung jalan dan gedung, tapi melupakan perempuan yang menopangnya, maka negeri ini hanya sedang membangun ketimpangan.

Editor: tarso romli
handout
Arima Dwi Oktari Statistisi Mahir – BPS Kabupaten Ogan Komering Ulu 

Di balik setiap data tentang rendahnya Indeks Pembangunan Gender (IPG) atau tingginya Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di daerah, ada wajah-wajah Perempuan yang tetap berdiri tegak meski dibatasi akses, kesempatan, dan pengakuan.

Mereka adalah guru yang berjalan berkilo-kilo, bidan di pelosok tanpa fasilitas, petani yang menyangga ekonomi keluarga, tapi tak masuk dalam kebijakan.

Jika pembangunan hanya menghitung jalan dan gedung, tapi melupakan perempuan yang menopangnya, maka negeri ini hanya sedang membangun ketimpangan yang lebih kokoh.

Saatnya data dijadikan dasar untuk bergerak, bukan hanya dibaca lalu dilupakan. Perempuan di daerah bukan sekedar angka dalam laporan, mereka adalah kekuatan. Tugas kita adalah memastikan angka-angka itu berubah menjadi bukti keberdayaan, bukan peringatan ketidakadilan.

Perempuan bukan hanya pelengkap dalam pembangunan, mereka adalah kekuatan yang mampu membawa perubahan besar. Saat perempuan diberi kesempatan yang sama, mereka bisa menjadi guru yang menginspirasi, pemimpin yang bijak, wirausaha yang tangguh, dan pengambil keputusan yang visioner.

Angka-angka statistik sudah berbicara, tapi kenyataannya masih banyak perempuan yang belum mendapat ruang yang layak untuk berkembang. Kita semua punya peran untuk mengubah ini.

Mulai dari lingkungan paling kecil, di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, sampai ruang-ruang pengambilan keputusan. 

Memberikan dukungan kepada perempuan bukan soal belas kasihan, tapi soal keadilan. Karena kemajuan tidak akan pernah benar-benar tercapai jika hanya separuh masyarakat yang diberi ruang untuk tumbuh.

Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Perempuan juga pondasi yang menyokong kekuatan sebuah keluarga. Perlu sentuhan perempuan untuk menciptakan bangsa yang pintar dan kuat.

Mari kita buka lebih banyak pintu untuk perempuan, beri mereka panggung yang setara, dan dengarkan suara mereka. Saat perempuan bisa berdiri tegak tanpa dibatasi, seluruh masyarakat akan ikut melangkah maju.

Sekarang waktunya bergerak bersama, karena perempuan yang berdaya adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. (*)

Simak tulisan opini lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved