Opini

Menyelami Kesehatan Mental Generasi Z di Era Digital

DALAM rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, penting untuk menyoroti salah satu kelompok yang paling terpengaruh oleh perkembangan zaman

Editor: Yandi Triansyah
handout
Afriyanti Staf BPS Provinsi Sumatera Selatan 

Data WHO tahun 2021 menunjukkan bahwa 1 dari 7 remaja di dunia mengalami gangguan mental, dengan depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku sebagai masalah yang paling umum.

Depresi menjadi penyebab utama penyakit dan disabilitas di kalangan remaja secara global, sementara bunuh diri tercatat sebagai penyebab kematian kedua tertinggi di kalangan remaja usia 15-19 tahun. 

Di Indonesia, penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pada tahun 2020 menemukan bahwa sekitar 18 persen remaja mengalami gangguan mental, menunjukkan angka yang cukup signifikan dan sejalan dengan tren global.

Jika dicermati dengan negara lain, prevalensi gangguan mental di kalangan remaja di Indonesia hampir setara dengan data dari negara berkembang lain seperti Filipina, di mana 17 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental. 

Namun, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara seperti Amerika Serikat, di mana sekitar 20 persen remaja melaporkan mengalami gangguan mental, atau Australia yang mencatat angka sebesar 27 persen. 

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam kesehatan mental remaja, tren yang tampak di Indonesia mencerminkan isu global yang lebih luas.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa Gen Z di Indonesia mungkin lebih rentan terhadap isu kesehatan mental seperti rekan-rekan mereka di negara lain, terutama dalam menghadapi tekanan yang dimunculkan oleh media sosial dan dinamika sosial yang terus berubah.

Untuk menangani isu ini, diperlukan pendekatan menyeluruh melibatkan berbagai pihak—dari individu, keluarga, sekolah, hingga pemerintah.

Langkah-langkah ini mencakup pendidikan, peningkatan akses ke layanan kesehatan, dukungan sosial, serta pengelolaan media sosial.

Pendidikan agama pun memainkan peran penting dalam membentuk nilai-nilai spiritual, moral, dan etika, yang dapat membantu Generasi Z mengelola tekanan sosial, menjaga kesehatan mental, dan mengembangkan karakter yang kuat menghadapi tantangan dunia digital. 

Orang tua juga perlu berperan aktif dalam membimbing anak-anak mereka yang tumbuh di era media sosial. Dengan mengajarkan literasi digital, menetapkan batas penggunaan media sosial, memberikan dukungan emosional, dan menjadi teladan yang baik, orang tua dapat membantu anak-anak mereka menggunakan media sosial dengan bijak serta menjaga kesehatan mental mereka. Jika tindakan tidak diambil untuk mengatasi masalah kesehatan mental di kalangan Generasi Z, prediksi menunjukkan bahwa angka kecemasan dan depresi di antara mereka akan terus meningkat. 

Menurut laporan dari McKinsey & Company, hampir 50 persen remaja Gen Z di seluruh dunia melaporkan mengalami gejala masalah kesehatan mental yang signifikan, dan tanpa intervensi yang efektif, angka ini bisa melesat hingga 60 persen dalam lima tahun ke depan. 

Di tengah tantangan tersebut, perkembangan terbaru dalam terapi digital memberikan harapan baru. Aplikasi kesehatan mental seperti Headspace dan Calm semakin banyak digunakan, menawarkan akses mudah ke sumber daya kesehatan mental seperti meditasi dan terapi perilaku kognitif. 

Selain itu, platform seperti Woebot yang memakai kecerdasan buatan untuk memberikan dukungan emosional secara interaktif juga semakin berkembang.

Penggunaan teknologi ini dapat menjadi alat krusial dalam upaya meningkatkan kesehatan mental Generasi Z, selama diimbangi dengan pendidikan yang baik tentang penggunaan media sosial dan kesadaran akan dampak negatifnya.

Dengan mengadopsi pendekatan yang proaktif dan mendukung, kita dapat membantu Generasi Z menghadapi tantangan kesehatan mental yang mereka hadapi dan mendorong mereka menuju masa depan yang lebih sehat dan seimbang. (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved