Breaking News:

Liputan Khusus

BAK Beli Mobil, Ongkos Naik Haji pun Kini Bisa di-Leasing

Pergi haji saat ini sama seperti mau beli mobil, ONH bisa menggunakan lembaga pembiayaan alias leasing dengan embel-embel syariah.

ISTIMEWA
Ilustrasi 

PALEMBANG, SRIPO -- Luar biasa, pergi haji saat ini sama seperti mau beli mobil. Kalau tidak memiliki uang kontan sebesar Rp 25 juta sebagai setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau dahulu disebut Ongkos Naik Haji (ONH) ke bank, calon jemaah cukup daftar ke lembaga pembiayaan alias leasing dengan embel-embel Syariah.

Bahkan tawaran ini cukup menggiurkan di tengah warga ingin berhaji, tapi kerterbatasan dana. Pola merketingnya cukup masif, melalui komunitas dan grup WhatApps (WA).

Jika di tahun 2009-2011 lalu, bagi calon jemaah haji yang tidak memiliki uang tunai, bisa datang ke bank (Lembaga Keuangan Syariah) untuk mendapatkan "Produk Layanan Dana Talangan Haji” .

Waktu itu, daftar tunggu (Waiting List) sejak mulai setoran awal hingga jelang kebarangkatan berjarak 5-7 tahun.

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Petimbangkan Jemaah Haji Tahun Ini Tanpa Kehadiran Jemaah Luar Negeri Lagi

Namun mengingat semakin panjang daftar tunggu, maka dana talangan haji dihapuskan. Itu pun mengacu pada Fatwa MUI, dimana dari delapan point fatwa, pada poin terakhir disebutkan, jika waiting list terus bertambah dan semakin panjang (info terakhir saat ini sampai 18-20 tahun), maka masyarakat dilarang mengajukan dana talangan haji. Kini semua perbankan menutup fasilitas dana Talangan Haji.

Namun menariknya, sejak dua tahun terakhir ini muncul istilah “Pembiayaan Setoran Haji” yang merupakan baju baru dari Dana Talangan Haji yang dilarang tersebut.

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

Anehnya, pembiayaan ini ditawarkan Lembaga Pembiayaan alias Leasing, yang biasanya bermain di Kredit Kendaraan. Maka saat ini muncul istilah “Haji Leasing”. Dimana pembiayaan hajinya, jika dihitung-hitung hampir sama dengan biaya atau cicilan yang harus dibayar, sama dengan kredit motor.

Misalnya, pinjaman dana Rp 25 juta, dengan masa tiga tahun cicilan bisa sampai Rp 35 juta, bahkan lebih. Itu pun calon haji leasing ini harus mengeluarkan setoran awal sebesar Rp 1-2 juta atau lebih.

Baca juga: Arab Saudi Izinkan Ibadah Umrah, Biro Perjalanan Haji-Umrah Belum Bisa Bernapas Lega, Ini Masalahnya

Dengan dalih praktik Syariah (akad ijarah/upa), mereka tentukan sendiri tanpa negosiasi dengan calon peminjam.

Halaman
1234
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved