Liputan Khusus

Mengintip Bisnis Kos di Sekitar Kampus, Rp 10 Juta Hanya Kamar

Para pemilik dan pengelola bisnis ini juga bersaing untuk mendapatkan penyewa dengan menawarkan biaya dan fasilitas yang terjangkau penyewa.

Penulis: Merry Lestari | Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Sripo edisi Minggu (29/5/2022); Rp 10 Juta Hanya Kamar 

PALEMBANG, SRIPO -- Bisnis penyewaan tempat tinggal sementara bagi perantau atau indekos/kos di Palembang semakin marak seiring perkembangan kota dan lembaga pendidikan. Kos menjadi salah satu hal penting bagi mahasiswa atau pekerja dari luar kota.

Seiring kian banyaknya tempat kos, para pemilik dan pengelola bisnis ini juga bersaing untuk mendapatkan penyewa dengan menawarkan biaya dan fasilitas yang terjangkau penyewa.

Para pemilik temapt kos disekitar kampus-kampus yang ada di Palembang, seperti UIN Raden Fatah, Universitas Negeri Sriwijaya, Universitas PGRI dan Universitas Muhammadiyah, menawarkan harga dan fasilitas yang bervariasi.

Disekitar kampus Muhammadiyah dan PGRI di Plaju, para pemilik kos-kosan rata-rata menawarkan harga sewa sekitar Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per tahun, atau sekitar Rp 900.000 sampai Rp 1 juta untuk sewa per bulan.
Menurut Lyli, seorang penghuni kos di belakang kampus Universitas PGRI Palembang, untuk setahun bisa mencapai Rp 12 juta.

"Kalau kita untuk satu tahun itu Rp 12 juta kamar doang. Untuk fasilitas itu bawa sendiri. Kita cuma disediain kamar yang itu terdiri dari ruang depan, dapur, kamar plus kamar mandi. Air juga sudah ada, tapi untuk listrik itu tokennya isi sendiri," katanya kepada Sripo, Sabtu (28/5/2022).

Meski tak menyediakan fasilitas seperti kasur maupun lemari, Lyli menyebut yang menjadi keunggulan dari kos-kosan tersebut adalah tingkat keamanannya.

Menurutnya, kos yang ditempatinya tak mau menerima sembarang orang untuk menyewa di tempatnya, kecuali yang jelas asal-usulnya dan identitasnya atau yang diantar langsung oleh orang tuanya.

"Jadi di sini gak mau nerima orang gitu aja, harus tau dulu ini anak asalnya dari mana, dia di sini mau ngapain, Dilihat dulu KTP-nya dan lain-lain. Atau kalau mau cepet itu ditemenin orangtuanya langsung kesini," jelasnya.

Sedangkan untuk di wilayah sekitaran kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar, harga kos-kosan dibanderol kisaran Rp 10 juta per tahun. "Rp 10 juta setahun itu kamar aja gak ada apa-apa belum juga termasuk air sama listrik," kata Uti, pengelola kos-kosan yang ada di Jalan Lunjuk Jaya, Ilir Barat I Bukit Lama, Palembang.
Menurut Uti, kos yang dikelolanya tersebut menerima semua mahasiswa baik laki-laki maupun perempuan.

Sementara untuk kos-kosan di sekitaran UIN Raden Fatah dipatok dengan harga kisaran Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per tahun. "Setahun itu Rp 8 juta boleh bertiga maksimal, lebih dari itu beda lagi harganya. Itu sudah bersih termasuk listrik sama air juga," tutur Farida, pemilik kos-kosan di Jalan Mayor Mahidin, Sekip Jaya, Kemuning Palembang.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved