Wawancara Eksklusif

Plh Bupati OKU Teddy Meilwansyah Ungkap Target 2024, Saya Coret Keinginan Maju Pemilihan 2024

Tapi setelah ayah mertua saya meninggal, saya pun merenung dan menyampaikan pada istri saya sebenarnya apa yang saya kejar ini.

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Soegeng Haryadi
TANGKAPAN LAYAR SRIPOKUTV
NGOPI SORE -- Tangkapan layar acara Ngopi Sore di Youtube Channel SripokuTV bersama dengan Plh Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Kamis (19/5/2022). 

PLH BUPATI OKU, Teddy Meilwansyah tak menyangka mendapat kepercayaan untuk memimpin Kabupaten OKU meski sebatas Pelaksana Harian (Plh). Dalam Ngopi Sore yang dipandu Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti, Teddy mengungkapkan, keputusannya yang tak ingin maju pada pemilihan 2024 mendatang. Berikut wawancaranya.

******

Boleh tahu arti nama Teddy Meilwansyah?
Setelah dilahirkan awalnya saya diberi nama Teddy Supriadi. Supriadi adalah nama pahlawan PETA. Namun saat masih kecil saya sering dibully oleh teman-teman jadi disebut Teddy Peta. Saat itu saya yang masih duduk di kelas tiga SD pun mengadu pada ayah, untuk minta ganti nama. Digantilah nama belakang saya menjadi Meilwansyah.
Yang mana Mei adalah bulan kelahiran saya, sedangkan Wansyah, mencontoh nama anak Sultan-sultan terdahulu yang identik berakhiran Syah. Dan setelah itu pun orang tua mengganti akta kelahiran menjadi Teddy Meilwansyah.

Apakah Anda sudah menyangka akan ditunjuk oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru menjadi Plh Bupati OKU?
Hal ini tidak pernah disangka-sangka akan mendapatkan amanah menjadi Plh Bupati OKU. Saya sampaikan terima kasih pada Bapak Gubernur Sumsel Herman Deru atas kepercayaannya. Dan wajib bagi saya menjalankannya sebaik mungkin, dan penuh tangung jawab.

Sebelum menjadi Plh Bupati, Anda pernah berada di posisi mana saja?
Sebelum ini, saya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan OKU, kemudian saya dipercaya untuk menjadi Kepala Dinas PMD Provinsi Sumsel, dan akhirnya dipercaya pada posisi ini.

Bagaimana kondisi Kabupaten OKU dimata Anda?
Di OKU sendiri baik dari segi pemerintahannya, masyarakatnya berjalan dengan baik dan kondusif.

Apakah ada rencana Anda untuk maju ke pemilihan Bupati tahun 2024?
Ditahun 2022, saat masih ada almarhum ayah mertua, Kuryana Azis, saya bercita-cita untuk melanjutkan cita-cita ayah yang ber-background pemerintahan, dan maju di pemilihan tahun 2024. Tapi setelah ayah mertua saya meninggal, saya pun merenung dan menyampaikan pada istri saya sebenarnya apa yang saya kejar ini.

Apa keputusan Anda setelah merenung?
Setelah berdiskusi pada keluarga, keinginan saya untuk maju di tahun 2024 nanti pun saya coret. Saya mengatakan pada keluarga untuk tidak lagi maju ke pemilihan 2024. Itu semua tidak ada dalam daftar tujuan hidup saya lagi. Karir sebagai PNS saya masih panjang, masih ada 16 tahun lagi. Jika saya di panggil lagi oleh Pak Gubernur ke Pemprov maka saya akan mengabdikan diri ke Pemprov.

Sebagai Plh Bupati OKU, seperti apa OKU yang Anda harapkan?
Kami ingin OKU ini menjadi ikon pendidikan. Dimana banyak sekolah-sekolah yang sudah berstandar Internasional, yang sejajar dengan daerah lainnya. Ini dapat menjadi modal awal. Selain itu di OKU juga saat ini telah memiliki rumah sakit-sakit yang bagus, dan berpotensi. OKU juga memiliki sajian alam yang indah. Maka kami coba akan jadikan OKU sebagai tempat berwisata alam. Seperti Goa Putri, Goa Harimau, dan masih ada beberapa wisata lainnya.

Apa yang Anda siapkan untuk OKU di tahun 2024?
Kami akan buatkan sistemnya. Saat ini kami telah memiliki projek Agro Tekno Park. Kami sudah melibatkan para akademisi dan beberapa instansi lain, untuk menjadikan Agro Tekno Park sebagai contoh nasional sistem pertanian yang tersistemnasi. Dan mudah-mudahan mimpi ini dapat segera terwujud.

Bagaimana Anda menyikapi adanya pejabat atau petinggi suatu daerah yang terkena OTT?
Kembali lagi ke mental. Pada saat saya masih di Dinas Pendidikan saya pernah bekerja sama dengan KPK membuat kurikulum tentang korupsi. Kita berharap kurikulum tersebut mulai terlaksana bahkan dari pendidikan tingkat Paud. Dengan penyampaian yang mudah diterima oleh anak-anak. Dengan harapan generasi mudah nanti dapat terhindar dari virus korupsi ini.

Menjadi pemimpin bagi seorang Pak Teddy itu seperti apa?

Pemimpim itu tidak hanya sekedar pintar namun juga harus memiliki hati. Pemimpin itu orang-orang yang punya hati. Dengan hati maka segala tindak tanduk seorang pemimpin tidak akan bertentangan dengan agama dan hukum. (chairul nisyah)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved