Liputan Khusus
40 Manhole Trotoar di Palembang Hilang Dicuri, Lengah Bisa Kejeblos di Lubang
Hilangnya penutup manhole drainase itu membahayakan khususnya bagi pejalan kaki. Terlebih jika anak-anak yang melintas di sana
PALEMBANG, SRIPO -- Warga pejalan kaki atau atau yang biasa di joging di trotoar mesti berhati-hati, khususnya jika melintasi trotoar di Jalan Kapten A Rivai maupun Jalan Angkatan 45 Palembang. Puluhan lubang drainase di trotoar menganga siap membuat warga terjeblos. Penyebabnya lubang yang merupakan manhole trotoar ini cukup besar diameternya sekitar 60 sentimeter dan dalam. Tutup lubang tersebut lenyap diduga dicuri orang yang tak bertanggungjawab.
Suhardi, seorang pengguna trotoar mengaku sangat terganggu dengan banyaknya trotoar yang drainasenya tak bertutup sekarang ini. "Khawatirnyo kalau kita lagi melamun atau lagi asyik menggunakan handphone, saat mata lengah, ya terjeblos di lubang trotoar ini," kata Suhardi, seorang warga, Rabu (1/6/2022).
Warga yang bermukim di Bukit ini mengaku cukup sering melakukan joging dan berjalan kaki melewati trotoar jalan-jalan yang berlubang ini. "Apalagi hari libur seperti saat ini, kalau tidak pagi atau sore joging melewati trotoar yang berlubang ini," kata Suhardi.
Dari pantauan Sripo, ada puluhan tutup drinase yamg terbuat dari besi dengan tulisan PU BMTR itu hilang. Kondisi tersebut terlihat di trotoar depan Hotel Batiqa, depan Kantor Bappeda Sumsel, trotoar yang mengelilingi Palembang Icon, serta Palembang Square. Dari pengamatan, manhole tersebut diambil orang orang tak bertanggung jawab dengan cara memotong bagian engsel penutup lubang.
Hilangnya penutup manhole drainase itu membahayakan khususnya bagi pejalan kaki. Terlebih jika anak-anak yang melintas di sana karena lubang yang cukup besar. Dengan kedalaman lubang sekitar satu meter akan sangat membahayakan bagi anak kecil jika sampai terperosok di dalamnya. Selain itu, di dalam drinase nampak pula ada beberapa jaringan kabel.
Sedangkan beberapa driver ojek online yang mangkal disekitar trotoar mengatakan tidak mengetahui siapa yang mengambil tutup drinase tersebut.
"Kalau siang hari kami mangkal disini tidak ada yang terlihat siapa mengambilnya, sepertinya yang ambil melakukan aksi pada malam hari. Ini sudah lama terjadi ada kali, sejak 2 atau 3 bulan lalu," jelas seorang driver ojek online yang mangkal di trotoar.
Sekretaris Dinas PUBM dan TR Sumsel H Novian Aswardani ST MM mengakui kehilangan sebanyak 40 Manhole Trotoar di Jalan Angkatan 45 serta Jalan Kapten A Rivai.
"Ada 40 buah menhole trotoar Jalan Angkatan 45 dan Jalan Kapten A Rivai hilang dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. Dan secepatnya akan kami ganti dengan yang baru. Bahannya baja logam. Mahal itu bahannya juga order. Akan segera kita ganti," kata Novian Aswardani.
Manhole trotoar adalah merupakan penutup pada suatu sistem pembuangan air jalan (drainase/trotoar), jika saluran air mengalami kerusakan atau tersumbat oleh sampah dan benda-benda lainnya, manhole inilah yang kemudian berfungsi sebagai jalan keluar masuknya orang atau teknisi ke dalam saluran untuk melakukan pengecekan.
Sementara hingga kini pelaku pencurian belum terungkap, baik itu kedapatan secara langsung maupun melalui CCTV. "Sudah kita viralkan itu di IG UPTD Kota Palembang. Sudah berkali-kali dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. Mohon himbauannya untuk tidak mengganggu apalagi mencuri utilitas trotoar dan jalan. Tolong bantu diberitakan untuk tidak mengambil utilitas jalan. Untuk kenyamanan dan keindahan kota," kata Novian.
Selain itu pihak PU juga telah melapor ke polisi perihal lenyapnya puluhan manhole di dua ruas jalan di Kota Palembang. Namun hingga kini pelaku yang melakukan pencurian belum terungkap. Baik itu kedapatan secara langsung maupun melalui CCTV.
"Sudah kita laporkan ke polisi terhadap kehilangan manhole tersebut. Namun belum ado info sampai saat ini (pelaku pencuriannya)," ujar Novian. (fiz/cr34)
Serasa Lewati Ranjau
Reza, seorang warga Palembang yang kerap menggunakan trotoar yang merasa terganggu dengan keberadaan lubang di trotoar jalan protokol ini. Menurutnya saat berjalan di trotoar yang berlubang serasa melewati ranjau-ranjau karena harus hati-hati kalau tak ingin terjeblos dan terluka. Ia berharap instansi terkait segera mengatasinya sebelum ada jatuh korban.
"Setahu aku trotoar ini tidak bertutup sudah lama. Setidaknya sekitar sebulan. Kalau ditanya harapan tentunya minta supaya PU bisa secepatnya mengatasinya sebelum ada korban," ujar Reza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Sriwijaya-Post-Minggu-5-Mei-2022.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Manhole-dicuri.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Manhole-di-Jalan-Angkatan-45-dicuri.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Tutup-Manhole-di-Jln-Angkatan-45-Dicuri.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Manhole-hilang-dicuri.jpg)