Palembang Kembali Zona Merah Corona
Prof Yuwono: Harusnya PPKM Mikro Bisa Turunkan Angka Konfirmasi Covid-19 di Kota Palembang
Prof Yuwono mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berpergian kemana pun jika dalam kondisi gejala Covid-19.
Penulis: maya citra rosa | Editor: Sudarwan
Misal perihal jaga jarak dan cuci tangan menggunakan anti virus dan bakteri, tak begitu marak lagi.
Begitu pula Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai pengganti PSBB lebih tidak terpantau dan terkendali lagi karena pemda tidak konsisten menjalankan juga mengawasinya.
Sentra sentra pertemuan serta aktivitas warga cukup ramai, seperti di pusat perbelanjaan/pasar, restoran-cafe, balai balai pertemuan, terminal-pelabuhan dan lainnya.
Kayaknya masyarakat tak lagi punya rasa khawatir dan pemerintah sebagai regulator juga tidak lagi begitu peduli atas kondisi ini.
"Ironisnya lagi, pemda tak kunjung berupaya melakukan peningkatan prasarana dan sarana kesehatan untuk mengantisipasi gelombang penyebaran virus berbahaya ini.
Di sisi lain para ahli kesehatan juga spertinya bersikap wait and see saja. Kemana sikap kritis mereka terhadap pemerintah?" kata mantan Ketua IKA Fisip Unsri ini.
Dikatakan Bagindo, juga para aktivis sosial yang concern atas permasalahan kesehatan publik?
Bak orkestrasi Koor. Semuanya berirama nyaris sama. Apatis plus anomali merespon realitas wabah berbahaya ini.
Apakah semua pihak tadi baru sadar kolektif, bila korban semakin besar serta tak terkendali lagi.
Direktur Eksekutif ForDess (Forum Demokrasi Sriwijaya Sumsel) ini menyarankan saatnya pemerintah berikut stakeholder lainnya, untuk mendorong tingkat kedisiplinan masyarakat untuk patuh Prokes versi 5 M dan PPKM.
"Juga sekedar saran kepada pemerintah kota, untuk melakukan kebijakan anti mainstream dalam mengatasi kondisi luar biasa ini.
Misalnya dengan memberlakukan pembatasan melakukan keluar rumah malam hari, dibatasi hingga pukul 22.00 untuk 3 bulan kedepan," ujarnya.
Tetapi tidak berlaku bagi para insan kesehatan, keamanan dan operator logistik.
Tujuannya agar warga lebih fokus beraktivitas juga beristrahat di rumah untuk menata hidup yang lebih sehat.
"Manfaatnya, mempermudah pemerintah melaksanakan tracking, tracing dan treatment bila ada warga yang tertular virus corona ini," pungkasnya. (Maya Citra Rosa/Jati Purwanti/Abdul Hafiz)
Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini: