Palembang Kembali Zona Merah Corona

Prof Yuwono: Harusnya PPKM Mikro Bisa Turunkan Angka Konfirmasi Covid-19 di Kota Palembang

Prof Yuwono mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berpergian kemana pun jika dalam kondisi gejala Covid-19.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Sudarwan
Dok Pribadi, Kolase Sripoku.com
Prof Dr dr Yuwono M Biomed, Ahli Mikrobiologi di Sumsel 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumsel yang dilakukan seminggu terakhir, ternyata masih membuat Palembang berstatus zona merah.

Angka kasus terus bertambah berdasarkan data laporan harian Covid-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, jumlah kasus positif sebanyak 9.347 kasus.

Sedangkan kasus suspek tercatat sebanyak 26.439 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 14.271 kasus.

Terkait penerapan PPKM Mikro tersebut, Ahli Mikrobiologi sekaligus Direktur RS Pusri Palembang, Prof Dr dr Yuwono M Biomed mengatakan PPKM Mikro ini seharusnya diterapkan jika kasus rata-rata di RT terdapat 5 kasus.

Namun di Palembang ada beberapa kelurahan yang kasusnya nol sejak seminggu terakhir.

"Sebenarnya wacana PPKM Mikro ini kurang tepat karena beberapa kelurahan kasusnya sudah nol. Tapi itu sudah aturan pemerintah," ujarnya.

Tujuan PPKM Mikro ini untuk menurunkan kasus Covid-19 pada tingkat RT atau terbawah.

Namun sayangnya hal ini tidak ditanggapi serius oleh pemerintah terbukti dengan melihat kasus sebelum dan sesudah PPKM Mikro jumlahnya relatif sama.

"Melihat itu kasus sebelum dan sesudah PPKM mikro itu relatif sama," ujarnya, Kamis (15/4/2021).

Seharusnya jika sudah vaksinasi di Sumsel cukup tinggi, dengan ditambah PPKM Mikro ini dapat menurunkan angka konfirmasi yang tinggi. 

Terlebih Prof Yuwono mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berpergian kemana pun jika dalam kondisi gejala Covid-19.

"Gejalanya kan banyak. Ada yang ringan hingga parah, tapi sekecil apapun gejala tetap di rumah, sehingga memutus penularan," ujarnya.

Intinya sekarang yang dari awal bahwa yang bergejala atau apapun, tolong untuk jangan kemana-mana tapi harus diperiksa.

"Sesuai yang saya sampaikan bahwa protokol kesehatan itu ya orang dengan gejala jangan kemana-mana kalau ada gejala, ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved