Breaking News:

Modal Senter HP: Cerita Mencekam Dokter Cantik Saat Operasi, Ditengah Kebakaran RS di Muaraenim

Apa yang dilakukan mereka sampai akhirnya meneruskan operasi tersebut, berbekal penerangan dari senter handphone?

TRIBUNSUMSEL.COM/Ika Anggraini
Dokter Bertha Oktarina Sp.Og 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Suasana sakral berubah menjadi mencekam saat dr. Bertha Oktarina, Sp. OG melakukan operasi sesar di RS HM Rabain Muara Enim, Rabu (17/3/2021) lalu.

Saat ia baru saja memulai proses pembedahan, seketika lampu mendadak mati, listrik padam.

Suasana berubah menjadi menyesakkan kala dari luar terdengar suara teriakan kebakaran.

Apa yang dilakukan mereka sampai akhirnya meneruskan operasi tersebut, berbekal penerangan dari senter handphone?

Baca juga: Detik-detik Pasien RSUD dr HM Rabain Muara Enim Berhamburan Menyelamatkan Diri: Asap Bikin Pedih

Baca juga: DPC Partai Demokrat Muara Enim Ajukan Surat Pengaduan dan Perlidungan Hukum ke Polres Muara Enim

Ditemui Minggu (21/3/2021), owner RSIA Karunia Indah Medika (KIM) Muaraenim ini pun membagi kisahnya melakukan operasi pasien di tengah tragedi kebakaran RS HM Rabain Muaraenim, di sela-sela kesibukannya.

" Saat itu, kondisi pasien terpaksa harus dioperasi karena gawat janin, dimana detak denyut jantung bayi turun 117-115 sehingga operasinya tidak bisa ditunda lagi. Karena jika ditunda, itu akan bersifat fatal terhadap bayi, selain itu kondisi pasien juga sudah lama tidak punya anak dan terdapat kista juga, makanya mau tidak mau harus dioperasi sesegera mungkin," ujarnya.

Setelah pasien dibius dan dibedah, tiba-tiba listrik padam dan semua orang di luar mulai gaduh dan berteriak kebakaran.

Baca juga: Terdakwa Kasus Pembunuhan di Muaraenim Kembali Dijebloskan ke Penjara Usai Divonis Bebas oleh Hakim

Baca juga: BREAKING NEWS : Ruang Panel RSUD dr HM Rabain Muara Enim Terbakar, Pasien Panik Berhamburan Keluar

"Di saat pasien selesai dibius dan saya mulai mengiris, tiba-tiba listrik padam, semua mulai panik, termasuk saya,namun saat itu kepanikan saya tidak saya perlihatkan, dan saya berusaha mengedalikan diri saya untuk tetap tenang, yang ada dalam benak saya saat itu bagaimana mengeluarkan anak yang dalam kandungan ibunya tersebut dengan selamat, dan juga ibunya juga harus selamat,"katanya.

Di tengah kepanikan orang diluar, akhirnya ia memutuskan untuk tetap melanjutkan operasi tersebut dengan mengandalkan cahaya dari sebuah senter handpone.

"Saat itu asap sudah dimana-mana, dokter anakpun sudah tidak bisa masuk lagi karena ruangan di penuhi asap, orang sudah berteriak-teriak pada saya untuk segera menghentikan operasi tersebut, karena takut api membesar, pasien pun yang hanya dibius spinal juga ikut panik dan meminta saya membawanya keluar dan meminta saya untuk tidak meninggalkannya di ruang operasi,"

Baca juga: Cerita Waka Polres Muara Enim Amankan Proses Persalinan, Dalam Kebakaran RSUD Dr HM Rabain

Baca juga: Gelar Silaturahmi Bersama Awak Media, Kapolres Muara Enim: Kritik & Saran Itu Perlu

Halaman
123
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved