Penanganan Virus Corona

Prof Yuwono Ahli Mikrobiologi Sumsel: Andai 2020 Ada, Vaksin Covid-19 Jangan Jadi Senjata Makan Tuan

Menurutnya, vaksin itu hari ini disuntikkan maka dua Minggu dievaluasi. Lalu pengamatannya sampai berbulan-bulan, paling tidak butuh waktu dua bulan.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/jati
Profesor Yuwono 

Menurutnya, vaksin itu hari ini disuntikkan maka dua Minggu dievaluasi. Lalu pengamatannya sampai berbulan-bulan, paling tidak butuh waktu dua bulan.

Kalaupun ini berhasil,a baru bisa dapat vaksin dipertahankan 2021. 

"Kalau ada yang bilang akan ada vaksin di Desember 2020. Itu pernyataan buat pusing. WHO saja menyatakan belum ada vaksin sampai 2021.

Tiba-tiba 2020 dinyatakan akan keluar, tunggu aja. Wah ini buat jadi curiga," ungkapnya.

Puskesmas Rupit Muratara Disegel dengan Rantai dan Gembok, Oleh Polisi Kini Diganti Garis Polisi

Menurut pengamatan Prof Yuwono, bahwa evaluasi harus terus dilakukan. Apalagi kesembuhan di Indonesia ini sudah 75 persen.

Artinya orang yang sudah ada antibodi bisa menyumbang ke yang lain. Jadi sebenarnya tidak perlu terburu-buru untuk mengeluarkan vaksin

"Sekarang ini tidak dalam tataran urgent untuk menemukan vaksin secara buru-buru. Karena tingkat yang sembuh sudah 75 persen dan tingkat kematian secara nasional 3,7 persen," katanya.

Prof Yuwono pun membeberkan, bahwa 5 Oktober juklak sudah keluar petunjuk pelaksanaan vaksinasi masal untuk Covid-19.

Jadi kayaknya memang terkesan dipaksakan, sementara yang mau divaksin belum. Ibarat buah masih mengkel belum matang. 

Dulu Koar-koar soal Kekhawatiran Omnibus Law, Sandiaga Uno Disebut Melempem Kini Belum Nongol

"Ujian pandemi ini luar biasa. Namanya manusia pengen segera keluar dari kesusahan. Dorong itu ada dan besar, namun sayangnya dorongan ini belum diimbangi dengan komunikasi yang intensif dan clear dengan stakeholder atau bidangnya masing-masing," katanya.

Kabar Baik dari WHO 70 Vaksin Covid-19 Dikembangan, 3 Lembaga Diantaranya asal China dan AS
Kabar Baik dari WHO 70 Vaksin Covid-19 Dikembangan, 3 Lembaga Diantaranya asal China dan AS (Istimewa)

Menurutnya, mestinya yang diundang dokter-dokter, pakar-pakar dan lain-lain. Sedangkan ini yang diajak diskusi tim dan Pemerintah.

Sedangkan pemerintah ini kan banyak yang harus dikerjakan. Kalau yang diundang pakar-pakarnya maka akan lebih baik. 

"Saya tidak bilang ini jelek, namun ini hanya bentuk keprihatinan mendalam saya. Namun harusnya sabar sebentar.

Kalau tersedia Desember artinya bukan dari kita, karena dari kita belum selesai. Lalu apa kelemahannya bagi kita, ya belum tentu cocok bagi kita," cetusnya.

Video 6 Remaja Pelaku Pengrusakan Mobil Polisi Saat Demo Omnibus Law Ditangkap Polrestabes Palembang

Prof Yowono pun menyampaikan bahwa ada guyonan yang menyatakan, silakan diberikan dulu pada pemimpin dan politisi.

Kalau mereka selamat artinya aman, tapi kalau mereka tidak selamat maka rakyatnya selamat.

"Saya setuju dengan guyonan itu. Itu guyon tapi sangat menyinggung sekali," katanya.

Prof Yuwono pun menerangkan, kalau ujicoba yang di Bandung sudah selesai harus dipublikasikan dulu. Setelah publikasi, bahwa aman dan manjur baru di produksi masal.

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved