Dinkes Palembang: Perhitungan Kami Palembang Zona Orange
Juru bicara Dinas kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan menyebut kota Palembang masih berstatus wilayah zona oranye.
PALEMBANG, SRIPO -- Juru bicara Dinas kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan menyebut kota Palembang masih berstatus wilayah zona oranye (risiko sedang) penularan covid-19.
Hal ini juga sebagai bantahan terkait status zona merah bagi kota Palembang sebagaimana data yang dikeluarkan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 nasional pada situs covid19.go.id.
"Tadi saya dapat info dari media dan mengatakan bahwa Palembang masuk zona merah berdasarkan perhitungan dari gugus tugas covid-19 pusat. Ternyata setelah kami hitung, status palembang masih zona oranye," ujar Yudhi melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (30/6/2020).
• Warga Lepas Kontrol, Palembang Ternyata Masih Zona Merah
Seperti diketahui, penilaian zona daerah terjadi melalui penghitungan evaluasi dari 15 indikator utama yang meliputi epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.
Adapun setiap indikator (epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan) diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan.
Hasil penghitungan dikategorikan menjadi 4 zonasi risiko. Rinciannya zona merah atau risiko tinggi (0-1,8), zona oranye atau risiko penularan sedang (1.9-2,4), zona kuning atau risiko penularan rendah (2,5-3,0) dan zona hijau atau tidak terdampak (tidak terdampak kasus covid-19 positif).
• Palembang Satu-satunya Zona Merah Covid-19 di Sumsel,Ini Status Tiap Kabupaten Kota Berdasarkan Zona
"Dalam penghitungan yang kami lakukan dengan data sampai tanggal 27 Juni, skoring Palembang masih 1,9 yang artinya masih zona orange atau resiko sedang," jelas Yudhi.
Terkait perbedaan hasil penghitungan yang terjadi, Yudhi menduga bahwa hal itu dikarenakan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 nasional melakukan penghitungan dengan menggunakan data sampai tanggal 21 Juni lalu.
Sebab berdasarkan kategori risiko kenaikan kasus, salah satunya yakni data memang masuk setiap hari. Namun data yang dihitung merupakan data kumulatif mingguan, status risiko kenaikan kasus akan update setiap minggu.
• Banyak Yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan Palembang Kembali Masuki Zona Merah Covid-19
"Indikatornya sama, tapi mungkin data mereka (gugus tugas percepatan penanganan covid-19 nasional) tidak update. Kalau saya lihat sepertinya mereka pakai data tanggal 21 juni. Sedangkan kami menghitung perdua minggu dengan data terakhir yang kami update untuk indikator tersebut yakni sampai tanggal 27 Juni," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, perbedaan hasil penghitungan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 provinsi Sumsel.
Akan kami koordinasikan dulu dengan gugus tugas covid-19 provinsi terkait beda hasil penghitungan itu," ujarnya.
Kondisi pertambahan kasus terkonfirmasi positif, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Palembang terus bertambah.
• Jumlah Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Dua Kecamatan di Kabupaten Muaraenim Masuk Zona Merah
Terlebih pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir, tingkat disiplin warga Kota Palembang yang beraktifitas mulai terkesan kendor. Tak sedikit warga yang dijumpai tak menggunakan masker serta menjalankan protokol kesehatan.
Namun, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa menyebut bila pertambahan kasus di Kota Palembang bersifat fluktuatif. Apalagi juga tak terlepas dari masifnya upaya Pemkot Palembang bersama gugus tugas dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk tracing warga yang terpapar Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-di-sumsel-2-zona-merah.jpg)