Opini

Sampah dan "Sirkuit" Dadakan di Kambang Iwak

Membuang sampah sembarangan di tempat umum mencerminkan keretakan adab seorang terhadap lingkungannya.

|
Dokumen Pribadi
Oleh: Distiliana, M.Pd.I (Pemerhati Sosial dan Keagamaan/Dosen Agama Islam Universitas Palembang) 

Memacu kendaraan dengan cukup cepat di area padat pejalan kaki sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak. Islam sangat menekankan perlindungan terhadap jiwa (hifzhu nafs). Maka, Kambang Iwak harus menjadi tempat di mana semua orang merasa terlindungi.

Kambang Iwak adalah milik kita bersama. Kemajuan ekonomi melalui UMKM tidak boleh menabrak ketertiban sosial. Kita butuh ketegasan dari pihak pengelola dan Satpol PP untuk menata area permainan ini agar fungsi rekreasi dan keamanan berjalan beriringan.

Mari kita kembalikan marwah Kambang Iwak sesuai amanah Al-Qur'an: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya..." (QS. Al-A'raf: 56).

Dengan kesadaran akhlak dan ketegasan aturan, saya yakin Kambang Iwak akan tetap menjadi destinasi favorit yang membanggakan bagi warga Bumi Sriwijaya tanpa harus mengorbankan rasa aman pengunjungnya. (*)

 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved