LIPSUS
Lipsus: Caregiver Bermunculan di Rumah Sakit Palembang, Bantu Administrasi dan Dampingi Pasien
Jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi di lingkungan rumah sakit di Kota Palembang kian menjadi fenomena yang tak terelakkan.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Mungkin bisa melalui skema vendor maupun bentuk kelembagaan seperti yayasan. Hal ini juga mencakup pengaturan sistem pembayaran dan pelaporan agar tetap transparan dan sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Meski demikian, Susilo menekankan jika kedepannya layanan ini dihadirkan, orientasinya tidak boleh semata-mata mencari keuntungan.
“Harapannya lebih kepada membantu masyarakat. Jangan terlalu profit-oriented, tapi lebih ke pelayanan sosial,” tegasnya.
RSMH akan terus mengkaji wacana ini dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk potensi manfaat dan risiko, sebelum mengambil keputusan resmi terkait pengelolaan jasa caregiver di masa mendatang.
Lari, Antre dan Sabar
DI TENGAH padatnya aktivitas pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin atau RSMH Palembang, sosok Yuri dan Tiwi siap mendampingi pasien yang membutuhkan bantuan atau istilah umumnya caregiver.
Sejak pagi hari, Yuri dan rekannya Tiwi sudah berada di rumah sakit terbesar di Sumatera Selatan tersebut untuk mendampingi pasien mereka. Pada hari itu saja, Yuri menangani dua pasien sekaligus.
"Ini pasien kedua yang saya bantu, tadi sudah selesai satu. Kalau yang ini dari daerah Sumbawa,” kata Yuri saat ditemui di RSMH, Senin (27/4/2026).
Yuri ibu dua anak ini menceritakan, mengaku profesi caregiver yang ia jalani sejak 2025 berawal dari kebiasaan membantu keluarga dan kerabat yang membutuhkan pendampingan di rumah sakit.
“Saya sering mengantar keluarga, anak, saudara berobat. Dari situ saya melihat banyak pasien dari luar kota yang kesulitan karena belum memahami alur di rumah sakit yang luas ini,” jelasnya.
Berbekal pengalaman dan bimbingan rekannya di Jakarta yaitu Ari, Yuri mulai mempromosikan jasanya melalui media sosial dengan nama “Yuri Caregiver Palembang”.
Kini, ia melayani pasien dari berbagai daerah seperti dari Sumsel, Bangka, Bengkulu, Jambi dan lain-lain.
Sebagai caregiver, Yuri tidak hanya mendampingi pasien kontrol ke poli, tetapi juga membantu proses administrasi, mengambil obat, hingga mengurus pemeriksaan seperti MRI, dan lainnya sesuai kebutuhan pasien.
Dalam sehari wanita berusia 34 tahun, ia bisa bolak-balik antar lantai dan poli, bahkan hingga berlari untuk mengejar antrean.
“Kita harus sabar dan ikhlas. Kadang harus lari cari kursi roda, dorong pasien, atau bolak-balik dari lantai satu sampai tiga,” ujarnya.
| Lipsus: Mayoritas Lulusan SMA, PPPK Pendamping Koperasi Merah Putih di Banyuasin Terganjal Syarat D3 |
|
|---|
| Lipsus: Harga Kantong Plastik di Sumsel Naik 100 Persen, Pedagang dan UMKM Pusing Biaya Meningkat |
|
|---|
| LIPSUS: Ada Cuan dari Illegal Drilling, Ledakan Sumur Minyak Ilegal Terus Berulang Terjadi di Muba |
|
|---|
| Lipsus: BMKG Ingatkan Kemarau Panjang di Sumsel Tahun 2026, Datang Lebih Cepat dan Kering |
|
|---|
| Berbagi Lewat Potongan Gaji, ASN Muba 'Urunan' Bantu Warga Tak Mampu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Caregiver-lipsus.jpg)