Berita Palembang

Kecelakaan Tunggal di Demang Lebar Daun Palembang, Sopir Microsleep Tabrak Tiang Lampu Merah

tiang lampu merah roboh dan kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan. Mobil bahkan sempat naik ke median jalan usai benturan keras

Tayang: | Diperbarui:
dokumentasi Polisi
LAKA TUNGGAL -- Polisi lalu lintas melakukan olah TKP lakalantas tunggal di Jalan Demang Lebar Daun simpang Parameswara, pada Rabu (6/5/2026). Pengemudi mobil diduga alami micro sleep hingga menabrak tiang lampu merah. (Dok/Satlantas Polrestabes Palembang) 
Ringkasan Berita:
  • Mobil menabrak tiang lampu merah di Demang Lebar Daun, Palembang.
  • Kecelakaan tunggal diduga akibat sopir mengalami microsleep.
  • Tidak ada korban luka, namun mobil dan fasilitas jalan mengalami kerusakan.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebuah mobil warna putih bernopol BG 8280 NM mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu lalu lintas di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, tepatnya di simpang Parameswara, Palembang, Sumsel, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, tiang lampu merah roboh dan kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan. Mobil bahkan sempat naik ke median jalan usai benturan keras.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, mengatakan kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal.

“Mobil Mitsubishi Triton melaju dari arah simpang SMAN 10 menuju simpang Parameswara,” ujarnya.

Petugas yang berada di pos lalu lintas terdekat langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi kendaraan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga disebabkan pengemudi yang mengantuk atau mengalami microsleep saat berkendara.

“Setiba di lokasi, sopir diduga mengantuk sehingga menabrak tiang lampu merah,” jelas Hermanto.

Pengemudi diketahui bernama John Sahibi dan tidak mengalami luka dalam insiden tersebut.

Sementara kendaraan yang rusak telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Microsleep adalah episode tertidur sangat singkat, berlangsung dari sepersekian detik hingga 30 detik, yang terjadi tanpa disadari saat seseorang seharusnya dalam keadaan terjaga.

Kondisi ini sering disebabkan oleh kelelahan ekstrem atau kurang tidur, di mana otak tertidur sejenak meski mata terbuka, sangat berbahaya saat mengemudi atau bekerja

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved