LIPSUS
Lipsus: Caregiver Bermunculan di Rumah Sakit Palembang, Bantu Administrasi dan Dampingi Pasien
Jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi di lingkungan rumah sakit di Kota Palembang kian menjadi fenomena yang tak terelakkan.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Munculnya jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi di lingkungan rumah sakit di Kota Palembang kian menjadi fenomena yang tak terelakkan
- Meski kehadirannya diakui sangat membantu keluarga pasien dalam mengurus proses administrasi, pihak rumah sakit kini menghadapi dilema
- Pasalnya, hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang mengatur profesi ini sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan publik di Indonesia, khususnya di rumah sakit
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Munculnya jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi di lingkungan rumah sakit di Kota Palembang kian menjadi fenomena yang tak terelakkan.
Meski kehadirannya diakui sangat membantu keluarga pasien dalam mengurus proses administrasi, pihak rumah sakit kini menghadapi dilema.
Pasalnya, hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang mengatur profesi ini sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan publik di Indonesia, khususnya di rumah sakit.
Sementara disisi lain, pasien dan keluarganya terkadang benar-benar membutuhkan uluran tangan untuk membereskan hal-hal terkait administrasi pasien dan lain-lain.
Rasiman (54), warga Sumbawa, Banyuasin yang ditemui menceritakan pengalamannya mendampingi sang istri, Suyatmi (53), yang tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Dalam proses berobat yang panjang dan melelahkan, Rasiman mengaku sangat terbantu dengan kehadiran jasa caregiver.
Suyatmi diketahui menderita stroke di bagian saraf sebelah kiri yang disertai komplikasi. Penyakit tersebut telah dideritanya selama kurang lebih tujuh bulan sejak 2025.
Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit lain sebelum akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang.
Rasiman mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak mengenal caregiver bernama Yuri. Kontak dengan caregiver tersebut justru didapat dari anaknya melalui media sosial.
"Sebelumnya belum kenal dengan Mbak Yuri, tapi anak saya yang menghubungi lewat handphone. Anak saya tahu dari media sosial,” kata Rasiman saat diwawancarai di RSMH Palembang, Senin (27/4/2026).
Menurut Rasiman, menggunakan jasa caregiver membuat proses pengobatan menjadi lebih mudah dan efisien. Ia merasa sangat terbantu, terutama dalam mengurus berbagai tahapan pelayanan di rumah sakit.
“Lebih enak, lebih cepat. Dari awal sampai selesai dibantu, jadi sangat membantu,” katanya.
Sejauh ini, Rasiman sudah tiga kali menggunakan jasa caregiver tersebut. Ia menyebut, dalam satu kali kunjungan ke rumah sakit, mereka biasanya berangkat sejak pukul 06.00 pagi dan baru selesai pada sore hari.
Bahkan, pernah ia harus menjalani proses berobat hingga sembilan jam lamanya, sampai pukul 17.00 WIB.
Saat ini, Suyatmi masih menjalani pemeriksaan lanjutan dan tengah menunggu hasil tes darah.
| Lipsus: Mayoritas Lulusan SMA, PPPK Pendamping Koperasi Merah Putih di Banyuasin Terganjal Syarat D3 |
|
|---|
| Lipsus: Harga Kantong Plastik di Sumsel Naik 100 Persen, Pedagang dan UMKM Pusing Biaya Meningkat |
|
|---|
| LIPSUS: Ada Cuan dari Illegal Drilling, Ledakan Sumur Minyak Ilegal Terus Berulang Terjadi di Muba |
|
|---|
| Lipsus: BMKG Ingatkan Kemarau Panjang di Sumsel Tahun 2026, Datang Lebih Cepat dan Kering |
|
|---|
| Berbagi Lewat Potongan Gaji, ASN Muba 'Urunan' Bantu Warga Tak Mampu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Caregiver-lipsus.jpg)