LIPSUS

Lipsus: Caregiver Bermunculan di Rumah Sakit Palembang, Bantu Administrasi dan Dampingi Pasien

Jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi di lingkungan rumah sakit di Kota Palembang kian menjadi fenomena yang tak terelakkan.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Sripoku.com/Linda Trisnawati
CAREGIVER- Yuri dan Tiwi saat menemani pasien di RSUP Dr. Mohammad Hoesin atau yang di kenal RSMH Palembang, Senin (27/4/2026). Mereka berdua merupakan sosok caregiver yang siap mendampingi pasien yang membutuhkan bantuannya. Keberadaan caregiver di rumah 

Ringkasan Berita:
  • Munculnya jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi di lingkungan rumah sakit di Kota Palembang kian menjadi fenomena yang tak terelakkan
  • Meski kehadirannya diakui sangat membantu keluarga pasien dalam mengurus proses administrasi, pihak rumah sakit kini menghadapi dilema
  • Pasalnya, hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang mengatur profesi ini sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan publik di Indonesia, khususnya di rumah sakit

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Munculnya jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi di lingkungan rumah sakit di Kota Palembang kian menjadi fenomena yang tak terelakkan.

Meski kehadirannya diakui sangat membantu keluarga pasien dalam mengurus proses administrasi, pihak rumah sakit kini menghadapi dilema.

Pasalnya, hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang mengatur profesi ini sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan publik di Indonesia, khususnya di rumah sakit.

Sementara disisi lain, pasien dan keluarganya terkadang benar-benar membutuhkan uluran tangan untuk membereskan hal-hal terkait administrasi pasien dan lain-lain.  

Rasiman (54), warga Sumbawa, Banyuasin yang ditemui menceritakan pengalamannya mendampingi sang istri, Suyatmi (53), yang tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Dalam proses berobat yang panjang dan melelahkan, Rasiman mengaku sangat terbantu dengan kehadiran jasa caregiver.

Suyatmi diketahui menderita stroke di bagian saraf sebelah kiri yang disertai komplikasi. Penyakit tersebut telah dideritanya selama kurang lebih tujuh bulan sejak 2025.

Sebelumnya, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit lain sebelum akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang.

Rasiman mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak mengenal caregiver bernama Yuri. Kontak dengan caregiver tersebut justru didapat dari anaknya melalui media sosial.

"Sebelumnya belum kenal dengan Mbak Yuri, tapi anak saya yang menghubungi lewat handphone. Anak saya tahu dari media sosial,” kata Rasiman saat diwawancarai di RSMH Palembang, Senin (27/4/2026).

Menurut Rasiman, menggunakan jasa caregiver membuat proses pengobatan menjadi lebih mudah dan efisien. Ia merasa sangat terbantu, terutama dalam mengurus berbagai tahapan pelayanan di rumah sakit.

“Lebih enak, lebih cepat. Dari awal sampai selesai dibantu, jadi sangat membantu,” katanya.

Sejauh ini, Rasiman sudah tiga kali menggunakan jasa caregiver tersebut. Ia menyebut, dalam satu kali kunjungan ke rumah sakit, mereka biasanya berangkat sejak pukul 06.00 pagi dan baru selesai pada sore hari.

Bahkan, pernah ia harus menjalani proses berobat hingga sembilan jam lamanya, sampai pukul 17.00 WIB.

Saat ini, Suyatmi masih menjalani pemeriksaan lanjutan dan tengah menunggu hasil tes darah.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved