LIPSUS
Lipsus: Fenomena Jasa Caregiver di Rumah Sakit Palembang, Bantu Pasien Tapi Tak Miliki Payung Hukum
Fenomena jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi kian marak di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Jasa caregiver non-resmi semakin banyak di RSMH Palembang karena membantu pasien dalam administrasi dan pendampingan selama berobat
- Pihak rumah sakit mengakui manfaatnya, namun belum bisa mengatur secara resmi karena belum ada regulasi khusus
- Dinkes Sumsel menyebut caregiver belum masuk kategori tenaga kesehatan secara spesifik, kecuali memiliki latar belakang medis
SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Fenomena jasa pendamping pasien atau caregiver non-resmi kian marak di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Kehadiran mereka di satu sisi membantu pasien dan keluarga, namun di sisi lain memunculkan dilema karena belum adanya regulasi khusus yang mengatur profesi tersebut.
Pasien dan keluarga kerap membutuhkan bantuan untuk mengurus administrasi hingga pendampingan selama proses berobat. Kondisi ini membuat caregiver menjadi solusi praktis, terutama bagi pasien dari luar daerah.
Rasiman (54), warga Banyuasin, mengaku sangat terbantu dengan jasa caregiver saat mendampingi istrinya, Suyatmi (53), yang menjalani pengobatan stroke dan komplikasi.
Ia mengenal caregiver bernama Yuri melalui anaknya yang mendapat informasi dari media sosial.
“Lebih enak, lebih cepat. Dari awal sampai selesai dibantu,” ujar Rasiman, Senin (27/4/2026).
Ia menyebut, proses berobat bisa berlangsung hingga sembilan jam dalam sehari.
Dengan bantuan caregiver, beban mengurus administrasi dan antrean menjadi lebih ringan, apalagi ketiga anaknya tidak bisa selalu mendampingi.
Sementara itu, pihak rumah sakit mengakui keberadaan caregiver membawa dampak positif, namun belum dapat diatur secara resmi.
Manajer Hukum dan Humas RSMH, Susilo, mengatakan sejauh ini belum ada keluhan dari pasien.
“Keberadaannya membantu, tapi kami masih melihat aturan yang ada karena belum ada regulasi khusus,” ujarnya.
Menurutnya, rumah sakit tengah mengkaji kemungkinan menghadirkan layanan caregiver secara resmi, baik melalui skema vendor maupun kelembagaan, dengan tetap mengedepankan aspek pelayanan sosial.
Lari, Antre, dan Sabar
Di tengah padatnya aktivitas rumah sakit, caregiver seperti Yuri dan Tiwi menjadi andalan pasien. Sejak pagi, mereka sudah mendampingi pasien, bahkan bisa menangani lebih dari satu orang dalam sehari.
Yuri (34) mengaku profesi ini berawal dari kebiasaan membantu keluarga berobat. Kini ia melayani pasien dari berbagai daerah dengan tarif sekitar Rp30 ribu per jam.
| Lipsus: Caregiver Bermunculan di Rumah Sakit Palembang, Bantu Administrasi dan Dampingi Pasien |
|
|---|
| Lipsus: Mayoritas Lulusan SMA, PPPK Pendamping Koperasi Merah Putih di Banyuasin Terganjal Syarat D3 |
|
|---|
| Lipsus: Harga Kantong Plastik di Sumsel Naik 100 Persen, Pedagang dan UMKM Pusing Biaya Meningkat |
|
|---|
| LIPSUS: Ada Cuan dari Illegal Drilling, Ledakan Sumur Minyak Ilegal Terus Berulang Terjadi di Muba |
|
|---|
| Lipsus: BMKG Ingatkan Kemarau Panjang di Sumsel Tahun 2026, Datang Lebih Cepat dan Kering |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Rasiman-dan-Caregiver.jpg)