LIPSUS
Lipsus: BMKG Ingatkan Kemarau Panjang di Sumsel Tahun 2026, Datang Lebih Cepat dan Kering
Kemarau tahun ini lebih lama mencapai 5 bulan dengan durasi yang berbeda-beda di tiap wilayah.
"Prakiraan kemarau yang cenderung lebih kering dan datang lebih cepat, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait potensi kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan yang rawan terjadi selama periode puncak kemarau," tutup Wandayantolis.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD OKU melalui Manager Posdalop, Gunalfi mengatakan, kemungkinan kemarau tahun 2026 ini lebih panjang.
Ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya ada indikasinya menguatnya indeks El-Nino dan lainya.
Kemarau dibagi beberapa zona, dan untuk hasil observasi dari instansi terkait kemungkinan kemarau akan mulai di bulan 4 di sebagian wilayah Indonesia dan zona yang lain kemungkinan akan menyesuaikan di bulan Mei, dan Juni dan kemungkinan kemarau tahun 2026 akan terjadi cukup panjang kemungkinan sampai bulan Oktober 2026.
Kalaksa BPBD OKU menyarankan kepada seluruh stake holder dan masyarakat untuk dapat memanfaatkan cuaca saat ini untuk dijadikan langkah upaya mitigasi bencana hidro meteorology type kering. Ia mencontohkan membuat embung-embung dan kantong-kantong air lainya dengan memanfaatkan curah hujan pada saat ini.
Pihak BPBD OKU juga minta bantuan kepada stake holder terkait untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi berkenaan dengan ketahanan pangan, perkebunan dan pertanian.
Lebih lanjut Kalaksa BPBD OKU menjelaskan, berdasarkan analisa bibit Siklon Tropisn Narelle berkembang dari bibit siklon tropis 96P yang mencapai intensitas siklon tropis.
Siklon tropis narelle mulai memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 21 Maret 2026 pukul 01.00 WIB.
Intensitas Siklon Tropis Narelle menurun menjadi kategori low sebagai Ex-Siklon Tropis Narelle pada 22 Maret 2026 pukul 10.00 WIB.
Tetapi Siklon Tropis Narelle ini tidak berdampak langsung terhadap cuaca di wilayah Sumatera Selatan Khususnya Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Namun tetap dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten OKU untuk tetap selalu meningkatkan kewaspasdaan terhadap ancaman/potensi bencana hidro meteorology type basah.
Karena pada saat ini sedang memasuki puncaknya pergantian musim (panca robah) yang yang dapat menimbulkan dinamika atmofer yang membuat cuaca sangat dinamis.
Peralihan Hujan ke Kemarau
Sementara BMKG Sumsel memprediksi Kamis (26/3/2026) ini, cuaca di Sumsel masih akan hujan. Potensi hujan diprediksi terjadi di sejumlah wilayah di Sumsel namun tidak termasuk Palembang.
Potensi hujan diprediksi ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, terutama pada siang hingga malam hari.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca secara umum didominasi berawan pada pagi hari, kemudian berpotensi hujan ringan hingga sedang di beberapa daerah saat siang dan sore.
| Lipsus: Harga Kantong Plastik di Sumsel Naik 100 Persen, Pedagang dan UMKM Pusing Biaya Meningkat |
|
|---|
| LIPSUS: Ada Cuan dari Illegal Drilling, Ledakan Sumur Minyak Ilegal Terus Berulang Terjadi di Muba |
|
|---|
| Berbagi Lewat Potongan Gaji, ASN Muba 'Urunan' Bantu Warga Tak Mampu |
|
|---|
| Lipsus: Harga Karet Kian Terpuruk, Petani di Sumsel Ramai-ramai Beralih Tanam Sawit |
|
|---|
| Penggilingan Padi di Lempuing OKI Nyaris Tutup Total, Petani Jual Langsung Gabah ke Tengkulak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Lipsus-kemarau.jpg)