LIPSUS
Lipsus: BMKG Ingatkan Kemarau Panjang di Sumsel Tahun 2026, Datang Lebih Cepat dan Kering
Kemarau tahun ini lebih lama mencapai 5 bulan dengan durasi yang berbeda-beda di tiap wilayah.
Potensi hujan itu diprakirakan terjadi di wilayah Banyuasin, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir, OKI, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, dan PALI.
Hujan umumnya terjadi pada siang hingga sore hari, bahkan berlanjut hingga malam di beberapa wilayah.
Sementara itu, Palembang diprakirakan didominasi kondisi berawan sepanjang hari, meski tetap berpotensi hujan ringan pada waktu tertentu.
Suhu udara di Sumsel diperkirakan berkisar antara 14°C hingga 32°C, dengan kelembapan udara cukup tinggi antara 48 persen hingga 100?n kecepatan angin berkisar 9 hingga 24 km/jam.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang dan sore hari, serta mengantisipasi dampak seperti jalan licin dan genangan air.
"Sumsel saat ini masuk musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sehingga potensi perubahan cuaca ekstrem bisa terjadi misal panas siang hari dan mendadak hujan bahkan disertai petir sore hingga malam hari," kata Kepala Stasiun Klimatologi SMB II, Siswanto.
Kapolda Instruksikan Siaga Karhutla
KAPOLDA Sumsel Irjen Pol Shandi Nugroho menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai ancaman pasca libur lebaran.
Hal itu ia sampaikan saat memimpin apel sekaligus halal bihalal bersama jajaran di Halaman Mapolda Sumsel, Rabu (25/3/2026).
Di hadapan jajarannya Kapolda mengingatkan potensi terjadinya karhutla berdasarkan data dan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Juli hingga Agustus.
"Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan titik panas yang dapat berkembang menjadi kebakaran," ujar Shandi.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera memperkuat langkah mitigasi, diantaranya, sinergi lintas instansi, pemetaan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, dan pencegahan praktik pembakaran lahan.
"Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini," katanya.
Di samping itu Shandi menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan, Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi.
"Keberhasilan ini adalah hasil kerjasama yang kuat antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, ASN, dan elemen masyarakat," katanya.
Meskipun telah memasuki masa kerja normal, Operasi Ketupat 2026 belum resmi berakhir hari ini dan masih berlangsung hingga pukul 24.00 WIB.
"Seluruh personel diminta tetap siaga penuh, khususnya dalam memantau dinamika arus balik dan situasi kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan," tutupnya.
| Lipsus: Harga Kantong Plastik di Sumsel Naik 100 Persen, Pedagang dan UMKM Pusing Biaya Meningkat |
|
|---|
| LIPSUS: Ada Cuan dari Illegal Drilling, Ledakan Sumur Minyak Ilegal Terus Berulang Terjadi di Muba |
|
|---|
| Berbagi Lewat Potongan Gaji, ASN Muba 'Urunan' Bantu Warga Tak Mampu |
|
|---|
| Lipsus: Harga Karet Kian Terpuruk, Petani di Sumsel Ramai-ramai Beralih Tanam Sawit |
|
|---|
| Penggilingan Padi di Lempuing OKI Nyaris Tutup Total, Petani Jual Langsung Gabah ke Tengkulak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Lipsus-kemarau.jpg)