Opini

Obituari Buya Romli : Selamat Jalan, Guru dan Penuntun Kami

Kontribusi beliau mungkin sudah tak ternilai pada program takmir masjid, membina pemuda, dan sering menjadi tempat bertanya serta penyejuk suasana 

Tayang:
Istimewa
FOTO KENANGAN - Foto kenangan Dinar Try Akbar (kiri) bersama almahum Prof. Dr. H. Romli SA, M.Ag. Tokoh Muhammadiyah Sumsel yang akrab disapa Buya Romli meninggal dunia pada Sabtu, 14 Juni 2025 pukul 19.17 WIB di RS Muhammadiyah Palembang. 

Setiap ada musyawarah kampung, persoalan sosial, atau sekadar diskusi ringan selepas salat maghrib, kehadiran dan nasihat beliau melalui ceramah ataupun kajian  selalu ditunggu dan didengarkan.

Beliau tidak pernah merasa tinggi walau menyandang gelar profesor; justru semakin merendah seperti pepatah lama “padi semakin berisi, semakin merunduk” , sosok yang penuh empati terhadap persoalan-persoalan warga, mulai dari urusan keluarga, pendidikan anak, hingga persoalan lainnya yang membutuhkan pertolongan hingga keteduhan dan kearifannya. 

Tentang kepedulian Buya banyak orang yang menjadi saksi bahwa beliau benar dan betul orang yang baik. Kepedulian nya pada kegiatan sosial dan keagamaan juga sangat terasa.

Kontribusi beliau mungkin sudah tak ternilai pada program takmir masjid, membina pemuda, dan sering menjadi tempat bertanya serta penyejuk suasana dalam kegiatan sosial dan syiar keagamaan di masjid-masjid sekitar komplek.  

Kendati demikian, tidak sedikit warga yang merasa kehilangan sosok ayah, guru, sekaligus sahabat dalam diri Buya Romli.

Ia adalah pribadi yang bersahaja selalu hadir dengan ketulusan, bukan hanya memberikan jawaban, tapi juga ketenangan untuk semau.

Kini, Buya mungkin telah tiada meninggalkan kita semua, namun nilai-nilai yang ia tanamn akan terus hidup dan tumbuh dalam ingatan dan laku kita. 

Ilmu yang ia wariskan , nasihat yang ia titipkan, serta teladan yang ia perlihatkan akan menjadi kompas kehidupan yang membimbing banyak langkah setelahnya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Selamat jalan Buya, guru dan penuntun kami. Doa terbaik kami menyertaimu dari ruang kuliah hingga lorong kecil  yang pernah engkau terangi dengan kebijaksanaan dan kasih sayang, yang pernah engkau sentuh dengan banyak kebaikan dan keteladanan. (*)

 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved