Opini

Shift Malam Terus Menerus Pada Buruh Bisa Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Kurang tidur dapat mengganggu kemampuan tubuh memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah dan jantung, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

|
Istimewa
Prima Trisna Aji (Dosen Prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang) 

Dibandingkan dengan orang tua, orang dewasa membutuhkan lebih sedikit waktu tidur. Ini dikarenakan perubahan fisiologis seiring dengan usia, seperti penurunan kadar hormon pertumbuhan dan produksi zat yang membantu tidur nyenyak.

Tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, dan peradangan pada tubuh adalah semua faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung bagi seseorang yang mengalami kurang tidur.

Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah dan jantung, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung secara keseluruhan.

Oleh karena itu, serangan jantung disebut sebagai "The Sillent Killer" karena penyakit ini adalah pembunuh yang diam-diam, membunuh seseorang secara tiba-tiba meskipun mereka tidak menunjukkan gejala apa pun. Bahkan apabila tidak segera dilakukan pertolongan secara cepat bisa mengancam nyawa.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa buruh pabrik memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung. Risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, meningkat pesat dengan pekerjaan yang melelahkan, kurang aktivitas fisik, dan pekerjaan yang menimbulkan stres.

Selain itu kurangnya skrining kesehatan secara rutin membuat resiko penyakit jantung tidak terdeteksi sedini mungkin.

Solusi untuk mengatasi permasalahan di atas adalah perlu dilakukan kolaborasi dengan perusahaan untuk secara rutin mengadakan check up kesehatan setiap 3 bulan sekali pada pekerjanya terutama pada pekerja yang beresiko mengalami serangan jantung seperti usia lansia, obesitas, mempunyai riwayat tekanan darah tinggi dan mempunyai riwayat keluarga yang mempunyai penyakit jantung.

Selain itu, Perusahaan bisa mengatur jadwal bagi para pekerjanya supaya bisa mengatur shift malam secara selang seling sehingga shift malam secara terus menerus berturut – turut bisa dihindarkan. Ini dilakukan untuk memberi sel tubuh waktu yang cukup untuk memperbaiki diri setelah semalaman tidak tidur.

Pihak perusahaan juga bisa memantau status nutrisi para pekerja pabrik untuk suplai pemberian makanan bergizi yang memiliki anti oksidan yang tinggi seperti kombinasi buah  buahan Apel, Jeruk, Pisang dan lain – lain.

Menurut penelitian terbaru, makan buah apel secara teratur dapat membantu orang menghindari serangan jantung dan penyakit jantung koroner. Ini karena apel mengandung antioksidan, serat, dan flavonoid yang dapat menurunkan kolesterol LDL, meningkatkan kolesterol HDL, dan membantu menjaga tekanan darah stabil.

Kemudian bagi pekerja bisa mempersiapkan diri ketika akan melakukan shift malam supaya pada siang hari bisa melakukan tidur siang yang cukup, dimana hal ini bertujuan untuk mencegah kelelahan pada malam hari ketika tidak tidur seharian ketika shift malam.

Meskipun tidur siang tidak bisa menggantikan tidur malam, tetapi hal ini bisa meminimalisasi terjadinya permasalahan yang lebih serius.

Sedangkan pemangku kebijakan bagi pemerintah terutama pada Kementrian Ketenagakerjaan bisa memperhatikan kondisi kesehatan  bagi para pekerja buruh, dimana pihak Kementrian ketenagakerjaan bisa bekerja sama dengan dinas Kesehatan terkait untuk melakukan pemeriksaan Kesehatan berkala.

Kemudian Kementrian ketenagakerjaan juga bisa memastikan bahwa Buruh tidak mengalami jam kerja yang overload sehingga bisa menyebabkan Buruh kesehatan mengalami kelelahan yang berkepanjangan. Lalu mendorong untuk meningkatkan kesehatan Buruh bagi Kementerian Ketenagakerjaan, dimana bisa berfokus pada beberapa hal:

Pertama, promosi gizi seimbang dan pola makan sehat.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved