Opini
Pemanfaatan Dana BOK Puskesmas Dalam Penurunan AKI dan AKB di Indonesia
Berdasarkan APBN, anggaran pelayanan kesehatan pada tahun 2024 diperkirakan lebih dari Rp 186,4
2. Program kegiatan kelas ibu
3. Program pemeriksaan kesehatan pada anak usia remaja dan sekolah
4. Observasi pada anak bawah lima tahun terutama pada tumbuh kembangnya
5. Program persiapan rencana persalinan dan program mencegah komplikasi
6. Surveilans Kesehatan Ibu dan Anak serta gizi dan
7. Program Kesehatan reproduksi untuk pasangan usia subur dan calon pengantin.
Dengan anggaran serta kegiatan tersebut diharapkan AKI mengalami penurunan angka menjadi 183/100.000 dan AKB 16/100.000 kelahiran hidup tahun 2024. Realisasi dana BOK Puskesmas sangat
berperan dalam penurunan AKI dan AKB. Program tahun 2024 yang direncanakan sudah menitikberatkan pada pendekatan siklus hidup dalam menurunkan angka AKI dan AKB.
Tentu saja masih ada kendala maupun hambatan dalam pencairan dana BOK.
Penyebab dari lambatnya pencairan dana BOK dipengaruhi oleh lambatnya alokasi yang diberikan oleh pemerintah pusat dan kemampuan dari sumber daya manusianya dalam menjalankan kegiatan. Sinergitas semua lini mulai dari puskesmas dan pemerintah pusat diperlukan dalam hal ini untuk menunjang terlaksananya kegiatan BOK ini.
| Gonggongan Ujian Persatuan |
|
|---|
| Meningkatkan Keakuratan Hasil Sensus Ekonomi 2026 Melalui Ground Check |
|
|---|
| Sleep Training dan Bayi yang tak Lagi Bangun: Saat Tren Parenting Berubah Jadi Peringatan |
|
|---|
| Serba Serbi Kitab Undang Undang Hukum Pidana Baru |
|
|---|
| Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan, Alarm Darurat Degradasi Moralitas Generasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Bella-nurindalia.jpg)