Opini
Pemanfaatan Dana BOK Puskesmas Dalam Penurunan AKI dan AKB di Indonesia
Berdasarkan APBN, anggaran pelayanan kesehatan pada tahun 2024 diperkirakan lebih dari Rp 186,4
SRIPOKU.COM - Berdasarkan APBN, anggaran pelayanan kesehatan pada tahun 2024 diperkirakan lebih dari Rp 186,4 triliun atau hampir 5,6 persen.
Jumlah ini lebih tinggi 8,1 persen atau Rp 13,9 triliun dibandingkan pada tahun 2023. Sasaran sektor kesehatan pada tahun 2024 antara lain memodernisasi sistem kesehatan, menumbuhkan kefarmasian yang kokoh dan mampu bersaing, meningkatkan penggunaan dan kualitas obat-obatan primer dan farmasi.
Layanan rujukan, dan memastikan bahwa pelayanan kesehatan tersedia untuk semua orang tanpa memandang lokasi mereka.
Dalam penerapan pertahanan lini pertama, hal yang paling penting untuk diingat adalah program pengendalian angka kelahiran (KB), melakukan peningkatan derajat kesehatan pada ibu dan anak, serta kesehatan sistem reproduksi.
Seperti yang kita ketahui bahwa angka kematian para ibu (AKI) di Indonesia cukup tinggi.
Data dari Departemen Kesehatan RI, jumlah kasus AKI pada tahun 2022 sebanyak 183 setiap 100.000 kelahiran hidup. Hal ini tidak sejalan dengan WHO yang menetapkan angka 70 setiap 100.000 kelahiran hidup dimana hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dana Bantuan Operasional Kesehatan Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan dana bantuan yang dimanfaatkan untuk membiayai operasional program yang diprioritaskan untuk upaya kesehatan masyarakat.
Pengelolaan Dana BOK Puskesmas merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi tahapan penganggaran, pelaksanaan, pengelolaan, pelaporan, pertanggungjawaban hingga melakukan pengawasan Dana BOK Pusat Kesehatan Masyarakat.
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yaitu Puskesmas ialah suatu fasilitas yang memberikan pelayanan dari segi kesehatan yang berfungsi dalam kegiatan yang bersifat promotif dan preventif dimana bertujuan sebagai upaya kesehatan untuk masyarakat dan individu.
Penggunaan dana BOK ini juga mengiringi capian Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan.
Dari tahun ke tahun, SPM bidang kesehatan dalam hal kunjungan ANC dan neonatal terus mengalami peningkatan.
Meskipun demikian, perbaikan angka kematian ibu tidak disertai dengan peningkatan capaian pelayanan kesehatan ini, yang menunjukkan bahwa layanan maternal dan neonatal masih belum optimal.
Layanan kesehatan yang menggunakan pendekatan siklus hidup serta kegiatan berkelanjutan (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif) dengan fokus pada penguatan faktor risiko pencegahan, deteksi dini, dan program multisektoral untuk mencegah dan mengendalikan penyakit.
Anggaran BOK Puskesmas tahun 2024 yang direncanakan berjumlah 2,498,489,779,000, yang dialokasikan untuk menurunkan AKI dan AKB serta mempercepat perbaikan gizi masyarakat di Indonesia. Adapun kegiatan yang didanai meliputi :
1. Melakukan observasi langsung pelayanan Kesehatan ibu d anak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Bella-nurindalia.jpg)