Opini

Menjaga Alam, Mewakili Peran Tuhan

Sekretaris Program Dokror dan Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Raden Fatah Palembang

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
Dokumen Pribadi
Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M.Ag 

Saat ini, dalam satu keluarga rata-rata memiliki lebih dari satu kendaraan yang diaktifkan.

Dengan tujuan yang sama, tidak sedikit dari anggota keluarga memilih untuk membawa kendaraan masing-masing.

Padahal tanpa disadari gas buangan dari kendaraan mengandung hidrokarbon dan nitrogen oksida yang saat bereaksi dengan matahari dapat meningkatkan ozon, memproduksi karbon monoksida yang dapat mengancam kesehatan manusia sekaligus berkontribusi pada signifikansi pemanasan global.

Ketika Tuhan hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Mendapat tanggapan dengan pertanyaan dari para malaikat bahwa manusia adalah makhluk yang gemar membuat ke¬rusakan (Q.S. al-Baqarah (2): 30).

Ayat ini seolah ingin menyatakan bahwa Allah telah mengetahui kejelekan sifat manusia dan pernah menyampaikan perihal keburukan manusia kepada para malaikat-Nya.

Malaikat hanya menyampaikan kembali apa yang pernah Tuhan jelaskan kepada mereka. Malaikat tidak akan pernah mendahului kehendak Allah.

Tetapi Tuhan Maha bijaksana dan Maha Mengetahui. Tidak semua manusia pembuat kerusakan bagi bumi. Sebagiannya justru adalah penyelamat bumi. Mampu mengemban amanah dengan baik.

Tidak hanya mengambil manfaat, tetapi mau belajar sehingga memiliki kemampuan maksimal mengelola dan menjaga eksistensi alam.

Menjaga alam, mewakili peran Tuhan harus disadari sebagai nikmat dan tanggung jawab yang besar. Hanya makhluk berjenis manusia yang Allah percayakan.

Konsekwensinya manusia harus mau berusaha maksimal untuk menggali potensi diri.

Mempelajari alam secara benar tentang firman Allah yang tertulis, atau yang tersirat di balik tanda-tanda keajaiban semesta.

Bukan hanya sajadah yang dibentangkan atau ayat al-Qur’an yang dilantunkan, menampakkan sikap baik kepada alam adalah bagian dari bukti keimanan seseorang.


Firman Allah: dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. dan janganlh kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Q.S. al-Qashash (28): 77).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved