Breaking News:

Resensi Novel Pendosa yang Saleh Karya Royyan Julian

Premis cerita ini menarik. Mubarak merupakan lora yang mendapati dirinya seorang pedofilia. Ia berusaha menghindari perbuatan keji itu dengan ........

Resensi Novel Pendosa yang Saleh Karya Royyan Julian
ist
Novel Pendosa yang Saleh

Namun, ternyata sebelum dialog itu berkepanjangan dan jatuh jadi kuliah, Royyan dengan tangkas mengalihkan cerita ke dalam parodi yang mengkritik laku aktivisme Zainal (hlm. 16).

Nantinya, pola semacam itu akan berulang di sepanjang novel, yang serius (dengan bahasa canggih) kemudian jahit menjahit dengan kejenakaan (dengan bahasa yang indah), yang acapkali gelap dan penuh kritik.

Judul buku ini saja sebuah paradoks.

Pendosa yang Saleh mengajak pembaca membicarakan persoalan tabu dan ambiguitas sikap manusia.

Seorang anak kiai yang menyingkir dan melepaskan pekerjaannya untuk menghindari anak-anak agar terhindar dari tindakan keliru dan nafsu yang tabu (hlm. 89).

Lelaki yang memilih meminang perempuan masa kecilnya hanya karena tak rela cinta pertamanya dinikahi lelaki tua, tetapi kemudian ia menjalin hubungan asmara dengan perempuan lain.

Seorang pemimpin ormas yang mencopot segala "atribut keulamaan" agar dapat memuaskan nafsu berahinya di hotel murah, tetapi berteriak-teriak anti maksiat.

Buku ini berusaha mengajak pembaca mendiskusikan perkara sensitif, seperti seksualitas dan agama, aksi kelompok fundamentalisme, juga mempertanyakan institusi pernikahan dan makna kesetiaan.

Royyan dengan apik menghadirkan beragam perspektif, mulai dari argumentasi Zainal yang bersandar pada dalil religius atau pernyataan Rosiana yang nihilistik hingga jawaban Desi yang begitu pragmatis.

Pembaca dipersilakan merdeka memutuskan sikapnya.

Halaman
1234
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved