Breaking News:

Resensi Novel Pendosa yang Saleh Karya Royyan Julian

Premis cerita ini menarik. Mubarak merupakan lora yang mendapati dirinya seorang pedofilia. Ia berusaha menghindari perbuatan keji itu dengan ........

Resensi Novel Pendosa yang Saleh Karya Royyan Julian
ist
Novel Pendosa yang Saleh

Anomali muncul lewat kilas balik hidup Mubarak.

Ketika masih kanak-kanak, Mubarak ditinggal mati ibunya.

Sementara orang-orang berusaha menjodoh-jodohkan sang ayah, Kiai Sattar yang masih muda itu malah kukuh tidak menikah lagi demi kesetiaan dan pengabdian pada pondok pesantren.

Mubarak pun berada dalam pengasuhan adik perempuan sang ayah, Ning Acu, yang merawatnya dengan penuh kasih, juga menyuplainya dengan buku-buku cerita.  

Dalam cerita ini, Ning Acu mendapat porsi dominan dan menentukan dalam membentuk kehidupan Mubarak serta membantu mengembangkan pesantren Kiai Sattar.

Tokoh Rosiana, lewat kegiatan aktivisme dan dialognya, juga merepresentasikan betapa perempuan dapat ikut serta dalam memperjuangkan keadilan dan setara secara intelektualitas.

Perempuan dalam buku ini tak lagi ditempatkan dalam situasi mesti memilih, tetapi telah berperan aktif dalam urusan domestik dan publik.

Di sisi lain, Kiai Sattar yang sesungguhnya penuh kuasa memilih lebih cair dalam menempatkan posisinya, ia justru berkali-kali mengalah dan mengakomodasi pilihan anak dan adik perempuannya.

Lewat tokoh Zainal, aktivis yang cerkas, novel ini juga mengungkap urusan seksualitas ulama dari perspektif yang barangkali tak akrab didengar publik bahwa ada "... ulama yang homo, bahkan pedofil" (hlm. 12).

Dialog di bab pembuka ini begitu intens, berisi, dan canggih sehingga saya sempat khawatir novel ini bakal menjadi novel ide, semacam esai panjang menyaru novel, mengenai seksualitas dan agama yang meminjam mulut tokoh-tokohnya.

Halaman
1234
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved