Breaking News:

Perspektif Agama dan Ekonomi

Menyikapi Efek Domino Pandemi : Perspektif Agama dan Ekonomi

Covid-19 yang awal kemunculannya merupakan masalah di bidang kesehatan, kemudian me­ram­­bat dengan cepat ke berbagai permasalahan baik sosial

Editor: Salman Rasyidin
Menyikapi Efek Domino Pandemi : Perspektif Agama dan Ekonomi
ist
Dr. M. Rusydi MAg

Sehingga, menurunkan nilai kepercayaan dan adab penghormatan ke­­pada se­­­se­o­rang, yang semakin dipertegas dengan adanya aturan social distancing da­lam ra­ng­­ka me­mutus mata rantai penularan virus tersebut.

Konsekwensi beri­kut­nya dari a­turan men­­jaga jarak menyebabkan proses pendidikan berubah drastis yang sedikit ba­nyak me­reduksi substansi dari pentingnya pendidikan.

Karena dilakukan de­ngan me­dia da­ring, menyebabkan transfer ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter tidak da­pat dilakukan secara optimal.

Terlebih lagi kebijakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang sejatinya dimaksudkan untuk melokalisir mobilitas ma­sya­rakat dalam hal ini pe­serta didik dan pendidik (dosen/guru).

Ternyata, justeru me­nim­bulkan persoalan sosial karena walaupun para siswa memang tidak ke sekolah ka­rena sekolah tutup, namun ter­nyata kebosanan, kurangnya pengawasan.

Dan per­so­alan kurangnya fasilitas atau ke­tidak-mampuan ekonomi untuk memiliki Gadget se­bagai media pembelajaran, me­lahirkan persoalan-persoalan baru seperti me­ning­kat­nya tingkat depresi anak, ke­na­kalan remaja, bahkan pernikahan dini, angka per­ce­raian dan kekerasan dalam rumah tangga.

Covid 19 Juga telah mempengaruhi budaya secara signifikan.

Budaya bersalaman, me­­­nengok orang sakit dan menghadiri perayaan telah terbatasi dengan sangat ketat.

Bu­­daya lainnya yang seolah lahir dari kondisi Covid 19 ini adalah wajibnya pe­ng­gunaan masker hampir dalam segala kondisi dan semua tempat umum tanpa kecuali ba­ik oleh orang sehat maupun sakit.  

Padahal selama ini masker hanya digunakan o­leh pengendara roda dua ataupun untuk alasan medis baik oleh dokter, pasien, a­taupun masyarakat yang menghindari polusi udara.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved