Breaking News:

Wong Plembang Dambakan Aplikasi Jalan Cantik, Sekali Klik Android Aduan Kerusakan Jalan Direspon

Dosen Pasca Sarjana Universitas Syakyakirti Palembang ini menyebut perlu ada koordinator penerapan Aplikasi Jalan Cantik seperti di Provinsi Jateng

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: aminuddin
Wong Plembang Dambakan Aplikasi Jalan Cantik, Sekali Klik Android Aduan Kerusakan Jalan Direspon - jalan1jpg.jpg
Repro METROTV
APLIKASI JALAN CANTIK : Salah seorang masyarakat di Palembang menyaksikan tayangan berita Dinas PU BMCK Provinsi Jateng yang menerapkan aplikasi aduan kerusakan jalan dan jembatan berbasis android yang disiarkan Metrotv, 17 Desember 2020 pukul 09.35. (SRIPOKU.COM/ REPRO METROTV)
Wong Plembang Dambakan Aplikasi Jalan Cantik, Sekali Klik Android Aduan Kerusakan Jalan Direspon - jalan2jpg.jpg
IST
JALAN RUSAK : Warga mendokumentasikan ruas Jl Mayor Salim Batubara Sekip Tengah Palembang mengalami rusak parah. Gambar dikirim Rabu (23/12/2020). (SRIPOKU.COM/IST)

Segera akan kami tindaklanjuti.

Besok akan kami kerjakan," kata Bastari.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Wilayah Sumsel, Drs H Syaidina Ali Dipll menilai positif adanya teknologi aplikasi yang maju yang langsung menyerap kepentingan, menyentuh kebutuhan masyarakat secara profesional dan terintegrasi.

"Artinya, kita di Sumatera Selatan ini bisa ketika kita menangani suatu sistem transportasi, sistem informasi, sistem digital itu profesional dan terintegrasi," kelas  Ali yang selama ini menjadi pengamat transportasi.

Dosen Pasca Sarjana Universitas Syakyakirti Palembang ini menyebut perlu ada koordinator penerapan Aplikasi Jalan Cantik seperti di Jateng.

"Saya dulu kan belajar (ilmu transportasi) di Semarang, Jawa Tengah.

Dia terkoordinasi, misalnya Bappeda menggerakkan, mengkoordinasi dengan infrastruktur yang ada seperti PU, Kominfo, Dinas Perhubungan.

Seperti apa sarana prasarana yang sudah diawasi.

Bagaimana mengelola digital seperti apa.

Kondisi jalannya seperti apa penanganan seperti apa," papar mantan Kadishub Kota Palembang. 

antan Kadispora Provinsi Sumsel ini mengatakan sehingga keluhan masyarakat di android bisa langsung ditanggapi. 

"Dan ada sentral, ada bank data dan informasi yang diaplikasikan dengan masyarakat yang langsung masuk sistem itu.

Kemudian ditangani operator-operator yang ada," kata mantan Ketua Harian Pengprov IMI Sumsel.

Jadi kalau di Sumatera Selatan ini, seperti jalan tol, seperti jalan dan jembatan rusak itu segera teraplikasi di sini.

Itu namanya teknologi. 

"Kita bisa itu, kenapa gak bisa?

Tinggal siapa yang punya ide.

Siapa yang menggerakkan, dananya bagaimana, seperti apa," ujarnya.

Hal ini nantinya menyangkut pemerintah provinsi siapa yang menggerakkan seperti itu terkoneksi ke beberapa kota dan kabupaten.

Itu banyak manfaatnya, banyak kecelakaan, kejahatan, kriminal sosial.

Yang melapor juga terkoneksi dengan sistem KTP, terintegrasi juga dengan sistem SIM.

Banyak manfaatnya. 

"Artinya sistem digital kita sudah berjalan.

Di Palembang Sumatera Selatan ini bisa.

Siapa yang punya ide pemikiran.

Tidak ada kan?

Jadi keterlambatan karena banyak pejabatnya tidak profesional menangani suatu sistem permasalahan di bidangnya itu tadi."

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved