Wong Plembang Dambakan Aplikasi Jalan Cantik, Sekali Klik Android Aduan Kerusakan Jalan Direspon
Dosen Pasca Sarjana Universitas Syakyakirti Palembang ini menyebut perlu ada koordinator penerapan Aplikasi Jalan Cantik seperti di Provinsi Jateng
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: aminuddin
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seringnya kerusakan jalan di Sumatera Selatan khususnya di Kota Palembang membuat masyarakat sangat berharap bisa memiliki aplikasi aduan kerusakan jalan dan jembatan berbasis android bernama Aplikasi Jalan Cantik dengan sekali klik ponsel langsung direspon instansi terkait untuk melek teknologi.
"Ini saya menyaksikan tayangan berita Dinas PU BMCK Provinsi Jateng yang menerapkan aplikasi aduan kerusakan jalan dan jembatan berbasis android yang disiarkan Metrotv, 17 Desember 2020 pukul 09.35.
Namanya aplikasi jalan cantik," ungkap Syarif, warga Palembang mengirimkan rekaman tayangan televisi kepada Sripoku.com.
Ia berharap pemerintah daerah Sumatera Selatan dan Kota Palembang melalui dinas terkait bisa mengadopsi kemajuan teknologi seperti Aplikasi Jalan Cantik ini guna memudahkan masyarakat yang pro aktif peduli akan pembangunan infrastruktur di Bumi Sriwijaya ini.
"Yang terhormat kepada dinas PU yang menangani jalan di Sumatera Selatan.
Saya mau mengusulkan agar di Sumsel gunakanlah Aplikasi Jalan Cantik seperti di Jateng.
Selama ini kami masyarakat komplain.
Banyak jalan rusak berbulan-berbulan, bertahun tahun lamban bahkan ada yang sampai belum juga diperbaiki.
Nah kalau ada aplikasi ini akan teratasi.
Manajemen jalan jadi canggih.
Jangan terkesan dibiarkan rusak supaya jadi proyek untuk diaspal ulang," kata Syarif.
Aplikasi yang berbasis android membuat masyarakat mudah melaporkan aduan jalan dan jembatan yang rusak.
Dijelaskan di tayangan itu, ada 3 menu utama di Jalan Cantik yang bisa diakses masyarakat Jawa Tengah ini.
Yaitu menu laporan kerusakan, progres laporan, serta informasi.
Sehingga laporan lebih cepat ditangani dengan tujuan memangkas birokrasi membuat aduan diusahakan maksimal 1X 24 jam.
Kadis PUBM dan Tata Ruang Sumsel, H Darma Budhy SH ST MT yang dimintai tanggapan saran dari masyarakat yang menyampaikan melalui surat pembaca Sripo, mengatakakan pihaknya akan mempelajarinya.
"Terima kasih atas informasinya.
Baik pak kami akan coba mempelajarinya, jika bagus akan kami coba terapkan di Sumsel," kata Budhy.
Syarif juga melaporkan salah satunya ada kerusakan jalan parah yang lokasinya masih berada di tengah Kota Palembang.
"Lapor Pak, ini ada lobang maut di Sekip Tengah Jl. Mayor Salim Batubara dkt jembatan.
Dpn lorong Meraksa dan Bandar Agung, dkt toko sekip makmur.
Dari muaro jalan lebakrejo sekitar 100 meter.
Dalemnyo pacak 13 cm berbentuk pecak peta pulau jawa.
Memang amburadul nian manajemen perbaikan jalan..
Cuma orientasi diaspal ulang seluruh jalannyo dari ujung k ujung..
Proyek baru...
Pdhal cukup diaspal yg rusak bae..
Kalu ado sistem spt aplikasi jalanku cantik Jateng.. Jd dana pacak dihemat," tulis Syarif dalam pesannya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Kota Palembang Ir H Akhmad Bastari MT IPM yang dimintai konfirmasinya berjanji segera menindaklanjuti laporan tersebut.
"Terima kasih atas informasinya.
Segera akan kami tindaklanjuti.
Besok akan kami kerjakan," kata Bastari.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Wilayah Sumsel, Drs H Syaidina Ali Dipll menilai positif adanya teknologi aplikasi yang maju yang langsung menyerap kepentingan, menyentuh kebutuhan masyarakat secara profesional dan terintegrasi.
"Artinya, kita di Sumatera Selatan ini bisa ketika kita menangani suatu sistem transportasi, sistem informasi, sistem digital itu profesional dan terintegrasi," kelas Ali yang selama ini menjadi pengamat transportasi.
Dosen Pasca Sarjana Universitas Syakyakirti Palembang ini menyebut perlu ada koordinator penerapan Aplikasi Jalan Cantik seperti di Jateng.
"Saya dulu kan belajar (ilmu transportasi) di Semarang, Jawa Tengah.
Dia terkoordinasi, misalnya Bappeda menggerakkan, mengkoordinasi dengan infrastruktur yang ada seperti PU, Kominfo, Dinas Perhubungan.
Seperti apa sarana prasarana yang sudah diawasi.
Bagaimana mengelola digital seperti apa.
Kondisi jalannya seperti apa penanganan seperti apa," papar mantan Kadishub Kota Palembang.
antan Kadispora Provinsi Sumsel ini mengatakan sehingga keluhan masyarakat di android bisa langsung ditanggapi.
"Dan ada sentral, ada bank data dan informasi yang diaplikasikan dengan masyarakat yang langsung masuk sistem itu.
Kemudian ditangani operator-operator yang ada," kata mantan Ketua Harian Pengprov IMI Sumsel.
Jadi kalau di Sumatera Selatan ini, seperti jalan tol, seperti jalan dan jembatan rusak itu segera teraplikasi di sini.
Itu namanya teknologi.
"Kita bisa itu, kenapa gak bisa?
Tinggal siapa yang punya ide.
Siapa yang menggerakkan, dananya bagaimana, seperti apa," ujarnya.
Hal ini nantinya menyangkut pemerintah provinsi siapa yang menggerakkan seperti itu terkoneksi ke beberapa kota dan kabupaten.
Itu banyak manfaatnya, banyak kecelakaan, kejahatan, kriminal sosial.
Yang melapor juga terkoneksi dengan sistem KTP, terintegrasi juga dengan sistem SIM.
Banyak manfaatnya.
"Artinya sistem digital kita sudah berjalan.
Di Palembang Sumatera Selatan ini bisa.
Siapa yang punya ide pemikiran.
Tidak ada kan?
Jadi keterlambatan karena banyak pejabatnya tidak profesional menangani suatu sistem permasalahan di bidangnya itu tadi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jalan1jpg.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jalan2jpg.jpg)