Peran Orang tua Merawat Bahasa Ibu Sangat Penting sebagai Peletak Fondasi Bahasa pada Anak-anaknya
Tetapi, jauh lebih penting revitalisasi bahasa ibu dimulai dari generasi penerus bahasa, anak-anak kita supaya dikenalkan bahasa daerah sejak dini
Hal ini mengingat senjakala bahasa-bahasa ibu kita benar-benar nyata kita hadapi.
Memang selama ini telah banyak upaya yang dilakukan dalam upaya merawat bahasa daerah, tak terkecuali oleh pemerintah melalui badan bahasanya, atau di bangku-bangku sekolah.
Tetapi, jauh lebih penting revitalisasi bahasa ibu dimulai dari para generasi penerus bahasa, para anak-anak kita supaya dikenalkan bahasa daerah sejak dini.
Regenerasi Penutur
Mau tidak mau cara yang paling ampuh agar bahasa ibu tidak punah adalah mengupayakan regenerasi penutur.
Dua langkah paling strategis yang dapat diupayakan yakni, pertama melalui pengajaran di sekolah dan kedua memasyarakatkan bahasa ibu.
Akan tetapi, dari dua upaya tersebut, usaha memasyarakatkan bahasa ibu diperhatikan.
Terlebih di lingkungan keluarga.
Tidak jarang para orang tua yang lebih bangga mengajarkan bahasa indonesia dan bahkan bahasa asing kepada anak-anaknya.
Hal inilah yang kemudian menyebabkan terhentinya regenerasi di tubuh bahasa ibu.
Seorang anak sebagai generasi pelestari bahasa ibu tidak dapat mewariskan ke generasi berikutnya sebab tidak menguasainya.
Bahkan parahnya, sama sekali tidak mengenali bahasa ibunya.
Kondisi inilah yang menempatkan upaya pelestarian di lingkungan keluarga dipandang penting.
Mengingat dari lingkup terkecil tersebut nantinya dilanjutkan ke lingkup yang lebih luas, yakni masyarakat.
Peran orang tua dalam merawat bahasa ibu sangat penting.
Ibarat membangun bangunan, orang tua berperan sebagai peletak pondasi bahasa pada anak-anaknya.
Orang tua memberi penentuan pemerolehan bahasa pertama seorang anak.
Jika saja orang tua memiliki kesadaran untuk menomorsatukan bahasa daerah untuk dikuasai anaknya tentu akan sangat berarti dalam upaya melestarikan bahasa-bahasa ibu.
Dengan langkah demikian, rasa bangga dan memiliki bahasa ibu akan terbentuk dengan sendirinya.
Kita masyarakatkan bahasa ibu atau bahasa daerah dari orang-orang di sekeliling kita.
Semoga, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini lebih menjadi pengingat bagi kita untuk makin bertekad menjaga warisan kebudayaan bangsa yang tiada terkira nilainya.
Selamat Hari Sumpah Pemuda! (*)
* OPINI
Penulis: Achmad Sultoni
Dosen Bahasa Indonesia di Institut Teknologi Telkom Purwokerto
https://jateng.tribunnews.com/2020/10/28/sumpah-pemuda-dan-senjakala-bahasa-ibu