Peran Orang tua Merawat Bahasa Ibu Sangat Penting sebagai Peletak Fondasi Bahasa pada Anak-anaknya
Tetapi, jauh lebih penting revitalisasi bahasa ibu dimulai dari generasi penerus bahasa, anak-anak kita supaya dikenalkan bahasa daerah sejak dini
SRIPOKU.COM, JATENG - JIKA kita mau jujur kekayaan negeri yang dijuluki gemah ripah loh jinawi tidak bisa disamakan dengan negeri mana pun di jagat ini.
Ungkapan atau semboyan gemah ripah loh jinawi dari bahasa Jawa tersebut mengandaikan bahwa bangsa Indonesia adalah sebuah negeri yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa.
Negeri yang tentram dengan kebudayannya yang subur.
Tentu saja pengandaian orang Jawa ini bisa diterima sebagai semboyan khas bangsa-bangsa di Nusantara.
Jika kita menilik apa saja kekayaan-kekayaan tersebut, tentu tak terbilang. Sebagai contoh apabila kita meninjau kekayaan bahasa kita.
Indonesia menempati posisi kedua sebagai bangsa yang terbanyak jumlah bahasanya setelah negara di sisi timur kita, Papua Nugini.
Kurang lebih, Indonesia memiliki 741 bahasa dari berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke.
Sedangkan Papua Nugini mempunyai bahasa ibu sejumlah 820.
Kita patut bersyukur atas anugerah itu.
Dan sebagai wujud cara terbaik mengungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan YME adalah dengan cara menjaganya.
Kita melestarikan dan mengembangkan bahasa-bahasa ibu atau bahasa-bahasa daerah kita agar tidak sampai punah.
Bahasa Ibu Diambang Maut
Setiap tahun beberapa bahasa daerah yang ada di Indonesia terus mengalami penurunan status.
UNESCO pada 2009 mencatat kurang lebih 2.500 bahasa di dunia, termasuk lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia terancam punah.
Sedangkan sebanyak 200 bahasa telah punah dalam 30 tahun terakhir, dan selebihnya terdapat 607 dalam kondisi tidak aman.