Peran Orang tua Merawat Bahasa Ibu Sangat Penting sebagai Peletak Fondasi Bahasa pada Anak-anaknya
Tetapi, jauh lebih penting revitalisasi bahasa ibu dimulai dari generasi penerus bahasa, anak-anak kita supaya dikenalkan bahasa daerah sejak dini
Belum lagi ditambah minat para generasi muda dalam menggandrungi bahasa asing yang kian semarak.
Bahasa Indonesia dan bahasa asing dipandang lebih bergengsi ketimbang bahasa daerah.
Akhirnya, bahasa daerah tak berdaya sebab tidak mampu bersaing.
Bayangkan, jika hal demikian terus bergulir, kepunahan bahasa ibu jelas bukan lagi sebuah mitos.
Hal-hal yang menyangkut kurang percaya diri, kurangnya rasa bangga, ketidaktahuan terhadap kosakata-kosakata bahasa ibu sendiri, menjadi faktor internal yang menyebabkan kepunahan bahasa ibu kita.
Sementara fenomena keranjingan generasi muda lebih menghargai bahkan nyaman bertutur menggunakan Indonesia dipandang sebagai ancaman kepunahan yang berasal dari eksternal.
Hal itu masih ditambah dengan manuver bahasa asing, utamanya bahasa Inggris menjadi penguat ancaman eksternal terhadap bahasa ibu.
Jika kita merefleksikan kenyataan di atas, boleh jadi pertanyaan yang segera muncul yakni bagaimana caranya untuk mempertahankan dan mengembangkan bahasa ibu di era tatanan dunia yang makin global?
Tentu ini pertanyaan yang tepat kita ajukan hari ini di saat momentum Hari Sumpah Pemuda ini kembali kita peringati.
Mungkin banyak yang lupa pada peristiwa Sumpah Pemuda di 28 Oktober 1928 butir sumpah ketiga kita ikrarkan adalah “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia” bukan “menjunjung bahasa yang satu, bahasa Indonesia”.
Itu artinya selain mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, juga kita menghargai bahasa-bahasa daerah kita yang jumlahnya tidak sedikit itu.
Momentum peringatan Sumpah Pemuda yang ke-92 tahun ini hendaknya semakin refleksi bagi segenap anak bangsa untuk turut memperhatikan bahasa daerah.
Di abad ke-21 ini, di mana dunia melaju cepat, pergaulan lintas budaya tak terbendung orang mudah untuk lupa pada akar budayanya.
Salah satunya melupakan bahasa daerah yang penuh kearifan itu.
Peringatan Hari Sumpah pemuda adalah alarm keras bagi bangsa kita yang dianugerahi berlimpah bahasa daerah.