Berita Palembang

Warga di Palembang Bakal Turun Kelas Akibat Naiknya Tarif BPJS Kesehatan, Berikut Daftarnya

Yulia, salah seorang karyawan swasta di Palembang, mengaku cukup keberatan dengan pemberlakuan tarif iuran baru BPJS Kesehatan ini.

SRIPOKU.COM / Jati Purwanti
Peserta BPJS menerima kartu BPJS edisi baru saat menukar kartu di booth BPJS di job fair Sripo-Tribun di Gramedia World, Rabu (23/10/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah resmi memberlakukan tarif baru iuran BPJS Kesehatan pada 1 Juli 2020.

Aturan mengenai tarif iuran anyar ini tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Adapun rincian kenaikan iuran peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp150.000, dari sebelumnya Rp80.000.

Ada Trik Ubah Chat Whatsapp Tetap Centang Satu, tak Ketahuan Meski Sudah Dibaca, Offline Terus!

 

Kedapatan Bawa Pisau, Seorang Pria di Palembang Ditangkap, Alasan Pelaku Untuk Jaga Diri

Iuran peserta mandiri kelas II meningkat menjadi Rp100.000, dari hanya sebesar Rp51.000.

Sementara itu, iuran peserta mandiri kelas III juga naik dari Rp25.500 menjadi Rp 42.000.

Namun, pemerintah memberi subsidi Rp16.500 sehingga yang dibayarkan tetap hanya Rp 25.500.

Yulia, salah seorang karyawan swasta di Palembang, mengaku cukup keberatan dengan pemberlakuan tarif iuran baru BPJS Kesehatan ini.

Pengakuan Korban Rampok di Palembang, Berjalan Sejauh 7 KM tak Ada Pengendara yang Mau Menolong

 

Hati Kalsum Hancur Dikasari dan Diusir, Anak yang Laporkan Ibu Kandung ke Polisi: Ibu Macam Apa?

Dia mengungkapkan, saat ini rasanya cukup berat baginya jika harus membayar tarif iuran yang kembali naik sehingga ingin segera turun menjadi peserta kelas tiga saja.

"Saya harus bayar iuran kelas dua tiga orang anggota keluarga saya yang masuk peserta mandiri, orang tua dan adik saya. Berat ya rasanya, apalagi pendapatan saya per bulan juga sekitar UMR dan tidak ada kenaikan gaji," katanya, Rabu (1/7/2020).

Menurut dia pula, dengan adanya kenaikan tarif iuran ini semakin menambah beban pengeluaran.

Saat ini, seperti kebanyakan anak muda lainnya, Yulia termasuk sandwich generation yang juga harus turut membantu perekonomian keluarga.

Umi Kalsum Beberkan Kriteria Calon Menantu, Ibu Ayu Ting Ting Sebut Anaknya Mesin ATM Keluarga

 

Palembang Masih di Zona Oranye Covid-19, bukan Zona Merah, Begini Penghitungan Dinkes Kota

"Memang, sih, untuk bantu keluarga juga. Tapi saya di Palembang juga harus bayar kos, uang transportasi juga kebutuhan makan," ujarnya.

Sementara itu, Rusdi, pedagang sepatu yang juga nyambi membuka jasa sol sepatu di kawasan Jalan Sekanak, mengatakan bersyukur tak perlu memusingkan perubahan tarif iuran BPJS Kesehatan sebab dia termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBI daerah).

PENGEDAR Narkoba di Sungai Keruh Muba Ini tak Berkutik Dikepung Polisi, Lagi Tunggu Pembeli Motor!

Warga Bakar Motor Pejambret di Kawasan Sukarami Palembang, Seorang Pelaku Babak Belur, Memang Niat

Meskipun hanya terkategori peserta kelas tiga, namun menurut dia setidaknya saat dia ataupun anggota keluarganya sakit tak lagi harus mengeluarkan biaya berobat.

"Kalau harus ikut peserta mandiri tidak sanggup. Terus sekarang, naik lagi iurannya." kata dia.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved