Virus Corona

PERINGATAN PENTING! Perokok Tembakau Maupun Sisha Berisiko Tinggi Terpapar Covid-19

Rokok merupakan penyebab penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), peradangan paru yang menghalangi aliran udara dari paru-paru akibat adanya pembengkak

Editor: Sudarwan
THINKSTOCK
Ilustrasi perokok 

SRIPOKU. COM - Ini adalah sebuah peringatan penting bagi para perokok mengenai bahaya virus corona atau covid-19.

Para perokok memiliki risiko tinggi mengalami gejala parah jika terpapar SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19.

Rokok yang membahayakan kesehatan itu tidak saja rokok dari tembakau tetapi juga shisha.

Seperti dilansir Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO), perokok dalam bentuk apapun memiliki risiko yang sama terhadap infeksi Covid-19.

Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 Satu-Satunya Kecamatan Nihil Kasus Covid-19, Berikut Sebarannya

Jika Ingin Pandemi Covid-19 Cepat Selesai, Lakukan 6 Kebiasaan Ini: seperti Harus Pakai Masker

Update Covid-19 di OKI, Satu Pasien Asal Tulung Selapan Sembuh Kabar Baik yang Dinantikan Masyarakat

Mengapa Kota Palembang tak Masuk Daftar 102 Kota/Kabupaten yang Diminta Jokowi Terapkan New Normal?

rokok
rokok (kompas.com)

Shisha atau hookah adalah tabung berisikan air yang digunakan untuk merokok ala Timur Tengah.

Shisha umumnya dinikmati di kafe dan restoran, juga di rumah.

Segala jenis rokok tembakau berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama pada sistem pernapasan.

Diketahui, rokok merupakan penyebab penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), peradangan paru yang menghalangi aliran udara dari paru-paru akibat adanya pembengkakan dan lendir atau dahak, sehingga menyebabkan sulit bernapas.

Selain itu, tembakau juga dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan melibatkan jantung dan pembuluh darah.

Kabar Baik Pandemi Covid-19, Kabupaten OKU Selatan Diberi Kewenangan Menerapkan New Normal

Gubernur Sumsel Herman Deru Apresiasi Rendahnya Kasus Kematian Covid-19 di Muratara

BREAKING NEWS : Istri Wawako Prabumulih Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Jika sistem ini terganggu maka menimbulkan penyakit kardiovaskular, di antaranya gangguan jantung dan stroke.

Sistem kardiovaskular yang lebih lemah di antara pasien Covid-19 dengan riwayat penggunaan tembakau, dapat membuat pasien tersebut lebih rentan terhadap gejala parah, sehingga meningkatkan risiko kematian.

Tak hanya itu, rokok juga menyebabkan penyakit tidak menular lainnya seperti diabetes, kanker, hingga hipertensi.

Penelitian pada 55.924 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di laboratorium menunjukkan, bahwa angka kematian kasar (crude death rate) pada pasien Covid-19 yang memiliki penyakit bawaan akibat rokok jauh lebih tinggi, ketimbang non-perokok. 

Perokok yang terinfeksi Covid-19 dapat berujung dengan perawatan di ICU dan menggunakan ventilator.

Ini menunjukkan bahwa kondisi yang sudah ada sebelumnya dapat meningkatkan kerentanan individu tersebut terhadap Covid-19. 

Bahaya sisha terhadap Covid-19

Bagaimanapun, bahan utama shisha adalah tembakau, yang artinya memiliki efek berbahaya pada sistem pernapasan dan kardiovaskular. Risikonya sama terhadap infeksi Covid-19.

Di sisi lain, kebiasaan menghisap sisha dapat bersifat komunal, itu berarti bahwa satu corong dan selang sering dipakai bergantian antar pengguna.

Selain itu, kebanyakan kafe shisha cenderung tidak membersihkan peralatannya ketika sesi merokok selesai, lantaran membutuhkan banyak tenaga dan waktu.

SISWI Cantik Termakan Rayuan Maut si Penjual Bakso, Rela Disetubuhi Berkali-kali, Dipergoki Warga!

Video Belasan Karyawan Pabrik Rokok Terinfeksi Covid-19, Gugus Tugas belum Sebut Klaster Pabrik

Inilah 3 Cara Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan di Tengah Pandemi Covid-19: Berhenti Merokok

Hal tersebut meningkatkan potensi penularan penyakit antar pengguna.

Sejalan dengan kebisaan itu, terbukti sisha dikaitkan dengan peningkatan risiko penularan virus pernapasan, virus hepatitis C, virus Epstein Barr, hingga virus tuberkulosis.

Pada masa pandemi Covid-19, kebiasaan pertemuan sosial saat menghisap shisha juga memberikan peluang besar untuk virus menyebar. Terlebih ketika dilakukan di ruang tertutup maka risiko penularan menjadi lebih tinggi.

Merokok tembakau di rumah tetap berbahaya

Pandemi Covid-19 membuat sejumlah negara yang terdampak melakukan kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) dan jarak sosial (social distancing) untuk menekan rantai penularan.

 

Ini membuat sebagian besar orang hampir menghabiskan seluruh waktunya di dalam rumah, termasuk saat melakukan kebiasaan mengisap rokok atau sisha.

Meski demikian, tetap saja tidak aman menggunakan tembakau di rumah, karena ini malah lebih berisiko bagi anggota keluarga lainnya untuk menjadi perokok pasif.

Seperti pada anak-anak, mereka sangat rentan terhadap paparan asap rokok, yang telah terbukti meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, asma, hingga infeksi telinga bagian tengah.

Penjelasan WHO Tentang Perokok Miliki Risiko Lebih Tinggi Tertular Covid-19

Penelitian Salah Satu Rumah Sakit di Prancis Hanya 5 Persen dari 482 Pasien Covid-19 yang Perokok

Di sisi lain, kemungkinan adanya peningkatan bahaya paparan asap rokok selama pandemi Covid-19 karena lebih banyak orang menghabiskan waktu di tempat yang sama, termasuk diantaranya perokok.

Selain itu, perokok aktif juga dapat meningkatkan risiko paparan pada perokok pihak ketiga (third hand smoker) di rumah.

Jika perokok pasif terpapar langsung dari asap rokok, perokok pihak ketiga adalah orang yang terkena zat sisa dari asap rokok yang menempel pada permukaan benda di sekitarnya.

Zat beracun dari asap rokok itu bisa tertinggal di dalam debu, benda, dan pada permukaan di rumah tempat tembakau telah digunakan, juga pada air dalam tabung shisha. Anak-anak terpapar melalui penghirupan, konsumsi, dan transfer kulit.

WHO: Perokok Tembakau dan Sisha Berisiko Tinggi Terkena Covid-19

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul  "WHO: Perokok Tembakau dan Sisha Berisiko Tinggi Terkena Covid-19"Penulis : Yohana Artha Uly

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved