Sidang Korupsi PUPR Muaraenim

Ahmad Yani Bawa-bawa Nama Firli Bahuri, JPU KPK Tetap Pada Dakwaan, Hakim Persilahkan Panggil Saksi

Hakim memutuskan untuk mempersilahkan JPU KPK memanggil saksi-saksi yang sudah disiapkan untuk persidangan Ahmad Yani, Bupati Muaraenim non aktif.

Ahmad Yani Bawa-bawa Nama Firli Bahuri, JPU KPK Tetap Pada Dakwaan, Hakim Persilahkan Panggil Saksi
sripoku.com/anisa
Ahmad Yani ketika mendengarkan tanggapan JPU KPK atas eksepsi yang dibacakan pengacaranya pekan lalu. 

Dalam pembicaraan ini A. ELFIN MZ MUCHTAR meminta dari ROBI OKTA FAHLEVI menyiapkan uang senilai Rp500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) atau senilai USD35.000 (Tiga Puluh Lima Ribu Dolar Amerika Serikat).

Hal ini kemudian diulang dalam percakapan pada pukul 12:00:30, dimana diterangkan oleh ROBI OKTA FAHLEVI bahwa dia diminta oleh A. ELFIN MZ MUCHTAR untuk menyiapkan uang senilai Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah) atau senilai USD35.000 (Tiga Puluh Lima Ribu Dolar Amerika Serikat).

Eksepsi Ahmad Yani Bikin JPU KPK Terkejut Hingga Bingung Mau Beri Tanggapan

Artinya, rencana dan rekayasa pemberian uang yang akan diberikan kepada Firli Bahuri yang saat itu sebagai Kapolda Sumatra Selatan, dan kemudian sudah terpilih menjadi Ketua KPK telah mulai dilakukan pada saat pembicaraan antara A. ELFIN MZ MUCHTAR dan ROBI OKTA FAHLEVI.

"Dengan uraian di atas, inilah yang kami katakan bahwa penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara ini telah digunakan oleh pimpinan KPK di bawah komando Agus Rahardjo telah digunakan untuk kepantingan lain.

Untuk merusak harkat dan martabat Ketua KPK terpilih Firli Bahuri.

Akan tetapi, sayangnya mereka tidak berani bertanggung jawab dan berhadapan secara langsung dengan Firli Bahuri yang ketika itu menduduki Jabatan sebagai Kapolda Sumatra Selatan.

Mereka tidak berani untuk meminta keterangan kepada Firli Bahuri sebagai Kapolda.

Mereka bersembunyi dibalik penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik. Tetapi tetap saja sayangnya tidak ada keberanian untuk mempertanyakan kebenaran adanya rencana pemberian uang oleh Terdakwa kepada Kapolda sebagaimana diterangkan oleh A. ELFIN MZ MUCHTAR," kata Maqdir.

Berdasarkan hal-hal sebagaimana telah kami kemukakan dalam Nota Keberatan ini, mohon kiranya Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang yang memeriksa perkara ini berkenan mempertimbangkan keberatan ini, kemudian mengadili dan menjatuhkan Putusan Sela sebagai berikut:

1. Menerima dan mengabulkan Eksepsi (Nota Keberatan) kami Penasihat Hukum Terdakwa untuk seluruhnya;

Halaman
1234
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved