Bancakan APBD

Menyorot Korupsi Bancakan APBD, Pembelajaran Bagi Anggota DPRD yang Baru

Barang siapa yang mempunyai peluang un­tuk memasuki panggung politik, otomatis mempunyai prospek yang sama untuk menggaet k­e­ka­­yaan material.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Mahendra Kusuma, SH, MH. 

Keempat, korupsi yang dilakukan oleh anggota DPRD dengan sendirinya akan menimbulkan fitnah dan pe­nilaian buruk yang berujung pada rasa sakit hati bagi sebagian anggota DPRD yang masih jujur dan amanah.

Implikasi dari perilaku sebagian anggota DPRD tersebut melahirkan sinisme.

Sinisme itu, di­sam­paikan Jeremy Pope (2007) dengan mengatakan parlemen hanya dilihat sebagai kum­pul­an orang-orang yang tidak bermoral.

Mereka tidak bisa diharapkan untuk pioner ter­wu­jud­nya tata kelola pemerintahan yang baik dan perjuangan melawan korupsi.

Maraknya kasus korupsi massal anggota DPRD tidak dapat terus menerus dibiarkan.

Kasus-kasus korupsi APBD di berbagai daerah seharusnya menjadi peringatan dan pembelajaran bagi semua anggota DPRD untuk berhenti melakukan praktik korupsi.

Sekarang saatnya anggota DPRD yang baru dilantik di berbagai daerah membangun kembali institusi DPRD.

Keterpurukan DPRD karena terbelit skandal korupsi perlu dijadikan pelajaran berharga.

Sebagai lembaga perwakilan rakyat daerah saatnya untuk memperbaiki diri dengan cara bekerja secara sungguh-sungguh kepada masyarakatnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved