Tanpa Paksaan, 400 KK di PALI Undur Diri Sebagai Penerima PKH, Dinsos Anggap Patut Jadi Contoh

400 KK di PALI mengundurkan diri sebagai penerima PKH. Hal tersebut atas keinginan mereka sendiri.

sripoku.com/reigan
Petugas ketka melakukan pendataan penerima PKH. 

Laporan wartawan sripoku.com, Reigen Riangga

SRIPOKU.COM, PALI -- Hingga Oktober 2019, tercatat sudah hampir mencapai 400 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengundurkan diri dari kepesertaan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Metty Etika menuturkan, bahwa masyarakat yang mengundurkan diri dari kepesertaan penerima manfaat PKH memang keinginan serta nian dan kemauan yang bersangkutan.

Dipasang Stiker Tanda Penerima PKH, 12 KK di Bayung Lencir Muba INi Undur Diri Sebagai Penerima PKH

Program Keluarga Harapan Terbukti Meningkatkan Kesejahteraan Warga Miskin, 909 KPM Keluar dari PKH.

Keluarga Mampu Malu Rumahnya Ditempeli Merek Warga Miskin Penerima PKH

Metty menjelaskan, dari data Dinsos awal tahun 2019 penerima PKH berjumlah 7.628 KK.

Namun, setelah ada yang mengundurkan diri dan pendataan petugas pendamping PKH dilapangan, total update akhir sampai awal Oktober ini menurun menjadi 7.229 KK.

"Jadi, total ada 399 KK yang mengundurkan diri. Update data itu dari hasil pemutakhiran data oleh pendamping selama 4 tahap tahun 2019. Kategorinya ada tiga, yakni non kategori atau habis tanggungan, sudah mampu dan mundur dari PKH secara mandiri," ungkap Metty, Rabu (2/10/2019).

Pertama di Sumsel Selesaikan NPHD, Kabupaten PALI Anggarkan Sebesar Rp 40 M untuk Pilkada 2020

Menurut dia, petugas pendamping PKH dilapangan, selain mendata juga membuka pemahaman kepada masyarakat bahwa program dari pemerintah pusat itu memang dikhususkan bagi warga sangat miskin.

Dijelaskan Metty, bahwa terhitung tanggal 29 September 2019 saja, ada 20 KK yang mundur sebagai peserta penerima manfaat PKH dengan dibuktikan surat pernyataan diatas materai disaksikan petugas pendamping PKH.

"Jumlah keseluruhannya Bulan September ada 68 KK. Ini patut dicontoh bagi warga lain yang merasa mampu, karena masih banyak warga yang jauh membutuhkan bantuan itu," jelasnya.

Dirinya berharap, program ini bisa tepat sasaran dan yang menikmatinya memang keluarga terbilang miskin.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mendata sembari memberi pemahaman kepada masyarakat tentang PKH.

Dari itu, lanjut Metty, Dinsos perlu informasi dari berbagai elemen, apabila ada warga yang dari golongan mampu masih menerima PKH, laporkan ke Dinsos.

Begitu pun sebaliknya, apabila ada warga sangat miskin belum menerima, silahkan dksampaikan agar cepat di data.

Banyaknya warga mundur dari PKH, diakui Metty tak lepas dari dukungan Bupati PALI, Heri Amalindo yang memberikan support penuh terhadap petugas pendamping PKH.

"Salah satu wujud dukungan Bupati PALI, bakal memberikan sepeda motor sebagai operasional sebanyak 35 unit dan pendamping PKH juga akan diberikan uang transport bulanan untuk 38 petugas," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved