Breaking News:

Putus Mata Rantai Peyebaran Corona, Satgas Covid-19 PALI Razia Warga Pendatang di Desa Tempirai

Memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI melakukan razia warga pendatang

SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Tim Satgas Covid-19 PALI saat mendata belasan warga pendatang ke Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI -- Memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI melakukan razia khususnya warga pendatang.

Hasilnya, Tim Satgas Covid-19 PALI menemukan belasan warga pendatang dari luar Kabupaten PALI di desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Rabu (11/11/2020) malam kemarin sekitar pukul 19.30 WIB.

Pemilik rumah yang ditempati belasan pendatang itu Aswan mengaku, bahwa para pendatang tersebut berasal dari luar Kabupaten PALI, seperti dari Kabupaten OKU, Palembang dan lainnya.

"Untuk jumlah ada 14 orang semuanya sudah memiliki surat rapid test dari instansi terkait, mereka bukan mahasiswa," jelasnya.

Sementara, Muhammad Jonot Kepala Desa Tempirai, mengaku bahwa sampai saat ini dirinya belum menerima surat resmi dari para pendatang, terkait kegiatan apa yang dilakukan oleh mereka di Kabupaten PALI.

"Saya baru dihubungi via telpon, kemudian saya langsung limpahkan urusan ini dengan Kadus selaku kepala wilayah."

"Mereka sudah di Desa Tempirai lebih kurang sudah tiga hari. Tapi sampai sekarang saya belum menerima surat resmi terkait kedatangan mereka, mungkin di Kadus ada," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Dwi Guru Honor di PALI Setengah Tahun belum Terima Tunjangan Transport, Iklas tapi Kalau Bisa Cepat

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, M. Mudakir mengatakan bahwa dirinya bersama tim Satgas melakukan razia dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kabupaten PALI.

"Kita mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada belasan pendatang dari luar kabupaten PALI."

"Karena ditengah wabah pandemi, makanya tim Satgas melakukan razia."

"Dari giat razia, kami lihat satu persatu surat rapid test mereka dengan hasil non reaktif per tanggal 7 November 2020, serta melihat identitas mereka satu persatu," kata Mudakir.

Dalam kesempatan ini, Mudakir menghimbau kepada tenaga kesehatan baik tingkat desa maupun tim puskesmas untuk memberikan laporan kepada pihaknya apabila ada pendatang dari luar kabupaten PALI yang kunjungan, bahkan lebih dari 24 jam.

"Karena Kabupaten PALI masih zona oranye, kami harapkan kerjasama tenaga kesehatan atau juga masyarakat untuk memberikan informasi."

"Jika ada pendatang dari luar Kabupaten PALI yang bermukim, perlu ditelusuri apakah bebas dari Covid-19 atau tidak," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved