Berita Musi Banyuasin

Dipasang Stiker Tanda Penerima PKH, 12 KK di Bayung Lencir Muba INi Undur Diri Sebagai Penerima PKH

Ada 12 KK yang sudah mengundurkan diri dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH).

Dipasang Stiker Tanda Penerima PKH, 12 KK di Bayung Lencir Muba INi Undur Diri Sebagai Penerima PKH
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Seorang petugas PKH ketika memasang stiker pada rumah penerima manfaat PKH di Kabupaten Musi Banyuasin. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Kendati Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kabupaten Musi Banyuasin sudah menempel langsung stiker keluarga miskin di setiap rumah warga penerima PKH.

Informasi yang didapat, pada Minggu (7/7/2019) tercatat ada 12 KK yang sudah mengundurkan diri dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH).

Meski demikian, penempelan terus berlanjut hingga saat ini oleh tim.

Menurut Pendamping PKH Kecamatan Bayung Lencir, Aprilia Rizaleni, sejak dilakukan penempelan stiker bertuliskan bahwa penghuni rumah memang benar-benar berhak menerima beras pra sejahtera dan PKH, ada 1 di desa Lubuk Harjo, 1 di Desa Simpang Bayat, 2 di Desa Senawar Jaya, dan 8 di Desa Sukajaya yang mengundurkan diri.

"Kebanyakan mereka mengaku sudah mampu dan takut akan azab yang diterima jika pura-pura mengaku miskin, seperti kata-kata yang ada di stiker" ujarnya.

Curi Kayu Merawan di Depotnya Bekerja, Tiga Karyawan Ini Terpaksa Meringkuk di Sel Polsek Kemuning

Al Susul Temannya ke Penjara, Terlibat Penjambretan Ponsel Pelajar di Jalan SAko Raya Palembang

Papan Reklame di Tebingtinggi Empatlawang Banyak yang tidak Terpakai Terkesan Mubazir

Aprilia menambahkan, penempelan stiker sudah selesai di 18 Desa dan 2 Kelurahan yang ada di Bayung Lencir.

"Ada 3 Desa yang belum, yakni Mendis, Pulai Gading dan Mangsang. Untuk jumlah penerima se-kecamatan Bayung Lencir ada 1534 saat ini, itu belum dikurangi yang mengundurkan diri," jelasnya.

Salah satu warga yang mengundurkan diri, Mulyati (40) saat dihubungi via pesan WhatsApp mengaku, bahwa dirinya merasa sudah cukup dengan kondisi perekonomiannya saat ini.

"Memang betul saya mengundurkan diri, sebab saya dan keluarga merasa apa yang ada sekarang sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Saya mengundurkan diri tidak ada paksaan manapun," ungkapnya.

Menurutnya akan lebih baik jika pemberian PKH ini benar-benar tepat sasaran, sehingga warga yang masih pra sejahtera bisa terbantu.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan PKH untuk kami, sehingga bisa melalui masa-masa sulit, saya juga berharap bisa menjadi motivasi bagi yang lainnya," pungkasnya. 

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved