Memetik Hikmah Ibadah Haji dan Kurban
Dapat disebut bahwa Ibadah massal terbesar sepanjang sejarah manusia adalah ibadah haji.
Maksudnya, selain pola kehidupan yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, kehidupan ekonomi mereka bertumpu pada pemeliharaan hewan ternak.
Maka tidak heran kiranya, bila investasi dan komoditas yang paling berharga saat itu adalah kepemilikan hewan ternak.
Bahkan kekayaan seseorang dapat diukur dengan seberapa banyak hewan ternak yang ia miliki.
Dengan demikian, bisa dipahami bahwa menyembelih hewan ternak dan membagikan dagingnya kepada masyarakat luas merupakan bentuk pengorbanan yang sangat bernilai serta manifestasi solidaritas tertinggi dalam kehidupan komunitas arab pada kala itu.
Bila kondisi "tempo dulu" itu dihubungkan dengan konteks kehidupan umat manusia pada saat ini, maka tentu kepemilikan binatang ternak tidak lagi menjadi standar acuan kesejahteraan hidup seseorang.
Menyembelih hewan kurban bukan lagi sebagai sesuatu yang mahal dan bernilai tinggi.
Melalui ibadah kurban Tuhan ingin agar setiap muslim menjadi sumber penebar rahmat, manfaat, dan kebaikan bagi orang lain dalam pengertian yang sangat luas.
Bukankah kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada pemenuhan pangan semata yang disimbolkan dengan daging hewan yang dikurbankan.
Hakikat tujuan dari Ibadah kurban adalah terbangunnya nilai-nilai sensitifitas sosial yang terefleksi dalam keluhuran akhlak, kepedulian dan solidaritas tertinggi serta terjalinnya nilai-nilai kemanusiaan secara merata dan universal.
Mengapa demikian ? Karena ternyata keshalihan dan ketakwaan ritual yang bersifat personal dan vertikal itu tidak begitu bernilai di sisi Allah SWT, apabila di saat yang sama seseorang juga telah melalaikan nilai-nilai ketakwaan dan keshalihan sosial yang menjadi tanggung-jawabnya. Wallahu a'lam !
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jhon4.jpg)