Breaking News

Belajar Dari Kasus Nunung, Begini Cara Jaga Stamina Agar Selalu Bugar Tanpa Harus Pakai Narkoba

komedian Tri Retno Prayudati atau biasa dikenal dengan Nunung Srimulat tertangkap menggunakan narkotika jenis sabu untuk meningkatkan stamina.

Tayang:
Editor: ewis herwis
Tangkap layar Instagram/@62.news/@triretnoprayudati_nunung via tribunkaltim.co
Nunung 

SRIPOKU.COM — Banyak fenomena publik figur yang terjaring polisi karena mengonsumsi narkotika jenis sabu demi meningkatkan stamina.

Seperti peristiwa yang terjadi pada Minggu (20/7/2019) ini, misalnya, komedian Tri Retno Prayudati atau biasa dikenal dengan Nunung Srimulat tertangkap menggunakan narkotika jenis sabu untuk meningkatkan stamina.

Sebelumnya, presenter Reza Bukan juga pernah terjaring polisi karena kasus narkoba.

Bahkan, aktor senior Roy Marten pun telah dua kali tertangkap polisi karena terjerat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Lalu, apakah sabu memang dapat meningkatkan stamina?

Melansir Hello Sehat, narkotika berbentuk seperti kristal putih ini memang salah satu jenis obat stimultan yang sangat adiktif dan secara kimiawi mirip dengan amfetamin.

Oleh karena itu, mereka yang memakainya sering kali merasa segar dan semangat, percaya diri meningkat, dan hubungan dengan orang lain menjadi akrab.

FaceApp Lagi Viral, Pemerintah AS Sampai Was-Was Dan Minta FBI Lakukan Ini

Tanpa Harus Tidur Siang, Begini Cara Memulihkan Energi Saat Pekerjaan Masih Menumpuk

Wanita Yang Menderita Diabetes Memiliki Risiko Lebih Besar Mengalami Gagal Jantung Dari Pada Pria

Nunung dan Reza
Nunung dan Reza (kolase.sripoku.com/kompas/dokumentasi polda metro jaya)

Namun, hal ini bisa menyebabkan kita tidak bisa tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat, dan tekanan darah meningkat.

Merokok atau menyuntikkan sabu dapat memberikan efek yang sangat cepat pada otak dan akan menghasilkan euforia yang intens.

Karena euforia yang dihasilkan bersifat instan, pengguna sering memakainya berulang kali.

4 Jenis Makanan Yang Ampuh Mengatasi Migrain Secara Alami

Daftar Orang Yang Paling Dikagumi Tahun 2019, Cristiano Ronaldo Kalahkan Messi

Sering Dikonsumsi Buat Sayuran Ataupun Lalapan, Ini 7 Manfaat Tak terduga Dari Jantung Pisang

Apa efek pemakaian sabu?

Secara umum, efek sabu jangka pendek dapat menyebabkan insomnia, hilangnya nafsu makan, euforia, dan sikap terburu-buru, denyut jantung cepat dan tidak teratur, serta hipertermia.

Pemakaian sabu dalam jangka panjang dapat menyebabkan kecanduan kronis disertai perubahan fungsional dan molekul dalam otak.

Ketika tidak mengonsumsi sabu, pengguna akan mendapatkan gejala depresi, cemas, lelah, dan keinginan kuat untuk mengonsumsi obat.

Inilah yang membuat mereka sulit melepaskan diri dari kecanduan dan akan selalu mengambil dosis yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek yang diinginkan.

Tak Melulu Soal Fisik, Ini Kriteria Perempuan Yang Dipilih Pria Untuk Berselingkuh

Jadi Momok Menakutkan, Berikut 5 Fakta Kanker Prostat Yang Diidap Oleh Arswendo Atmowiloto

Emosi Sering Tak Terkontrol, Coba Lakukan Hal Berikut Ini Sebelum Berinteraksi Dengan Anak

Pemakaian sabu jangka panjang juga akan memengaruhi sel-sel mikroglia, yang mendukung kesehatan otak.

Kerusakan pada sel tersebut akan menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Riset juga menunjukkan pengguna sabu berisiko tinggi mengalami gangguan parkinson.

Secara rinci, efek sabu jangka panjang sebagai berikut:

Secara umum, berikut efek sabu jangka pendek:

  • Insomnia
  • Hilangnya nafsu makan
  • Euforia dan sikap terburu-buru
  • Denyut jantung cepat dan tak teratur
  • Hipertermia

Kesibukan sehari-hari memang sengat mengganggu stamina kita.

Namun, mengonsumsi sabu-sabu bukanlah jawaban untuk menjaga stamina kita.

Anak Pertama Lebih Berisiko Terkena Penyakit Yang Berhubungan Dengan Stres, Inilah Penjelasannya

Laptop Gaming Dell G7 Resmi Dijual Di Indonesia, Diskon Rp 400 Ribu dan Bonus Headset Jutaan Rupiah

5 Penyebab Anak Menjadi Nakal, Karena Sikap Orangtuanya

Nah, agar stamina tetap terjaga tanpa menimbulkan efek samping, berikut tipsnya:

1. Tetap aktif bergerak

Banyak penelitian membuktikan, tubuh yang aktif bergerak akan memicu peningkatan energi. Itu sebabnya, orang yang aktif secara fisik biasanya tidak gampang lelah.

Direktur fisiologi di Johns Hopkins University School of Medicine, Kerry J Stewart, berpendapat tubuh yang aktif bergerak dapat meningkatkan kualitas hidup.

Bahkan, efisiensi kerja jantung, paru-paru, dan otot juga akan semakin membaik berkat aktivitas fisik.

Salah Kaprah Dengan Angin Duduk Atau Masuk Angin, Benarkah Kerokan Solusinya? Ternyata Gangguan Ini

Cara Agar Memiliki Anak Yang Jujur, Orangtua Perlu Lakukan Hal Ini

7 Kesalahan Dan Perilaku Saat Mandi Yang Menyebabkan Kerusakan Kulit

2. Luangkan waktu berada di luar ruangan

Jika kita lebih sering menghabiskan waktu dalam ruangan, luangkan waktu sejenak untuk menikmati hangatnya sinar matahari. 

Jeffrey Durmer, kepala petugas medis di FusionSleep Center, Atlanta, menjelaskan pancaran sinar matahari dapat menstimulasi kerja otakvguna memberi isyarat pada tubuh untuk meningkatkan energinya.

Sinar matahari dapat menghentikan produksi hormon melatonin, yakni hormon yang memicu rasa kantuk. Akhirnya, tubuh akan merasa lebih bertenaga dan tidak mudah lelah.

7 Tanda Autisme Pada Anak, Bisa Terlihat Sejak Berumur 2 Tahun

Teh Hijau Bisa Bikin Panjang Umur, Berikut Manfaat Teh Hijau

13 Penyakit Kanker Yang Paling Banyak Diderita, Lengkap Dengan Tingkat Kelangsungan Hidup

3. Penuhi cairan tubuh

Kekurangan cairan dapat memecah persediaan energi dan mengacaukan kerja tubuh sehingga kita jadi merasa mudah lelah, tidak bersemangat dan sulit berkonsentrasi.

Air mendukung kerja seluruh organ dalam tubuh, termasuk otak. Itu sebabnya, ketika kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan baik, otak tidak dapat bekerja secara optimal.

4. Kenali jam tubuh 

Salah satu penyebab kelelahan yang paling sering terjadi ialah karena terlalu memforsir kerja tubuh. Memang, terkadang sulit bagi kita untuk menyadari kapan tubuh telah berada di batas kemampuannya.

Kita harus benar-benar mengenali jam tubuh kita sendiri. Misalnya, saat siang hari konsentrasi dan tenaga mulai hilang, berarti kita harus mengisi energi dengan makan siang secukupnya.

Hilangkan Ketergantungan Dengan Gadget, Berikut Cara Menciptakan Momen Menyenangkan Bersama Anak

Dikira Baik, 5 Hal Yang Sering Kita Lakukan Pada Rambut Ini Justru Berbahaya

JANGAN PERCAYA Dengan 5 Mitos Tentang Dehidrasi Tubuh Ini, Tak Hanya Mencakup Air

Menunda jam makan akan membuat kita kelaparan, yang akan membuat kita makan dalam porsi tak terkontrol dan memicu kantuk. 

Beri jeda di tengah-tengah kegiatan dengan sekadar duduk santai, menutup mata sejenak, dan biarkan pikiran rileks.

Meski kesannya sepele, cara ini bisa membantu menjaga stamina di tengah-tengah padatnya aktivitas. Tidur yang cukup di malam hari supaya badan dan pikiran lebih segar.

5. Disiplin soal makan

Makanan berfungsi menyuplai energi utama yang nantinya akan dimanfaatkan tubuh untuk beraktivitas. 

Saat tubuh telah bekerja keras dalam beberapa jam, perlu asupan makanan untuk mengembalikan energi.

Jika tidak terpenuhi tepat waktu, cadangan energi sudah semakin terkuras. Akibatnya, kita akan mudah lelah.

Kita juga harus memenuhi asupan nutrisi dari berbagai sumber makanan sehat, termasuk protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang tepat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:

Tak Harus seperti Nunung, 5 Cara Menjaga Stamina Tanpa Narkoba

Penulis : Ariska Puspita Anggraini

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved